terasbanua.my.id, Banjarmasin – Semenjak diberlakukan arus lalu lintas dua arah, para pedagang yang berjualan Jalan Cemara Raya, Kecamatan Banjarmasin Utara mulai merasakan dampak positif.
Seperti yang diungkapkan Ahyar, salah seorang penjual bensin di Jalan Cemara Raya yang mengaku omset penjualannya mengalami peningkatan jika dibandingkan satu arah dulu.
“Lumayan lah meningkat. Makanya sangat mendukung kembalinya arus dua arah disini,” ucap Ahyar kepada terasbanua.my.id, Sabtu (25/1/2025).

Ahyar membeberkan pada saat diberlakukan satu arah dulu itu dikarenakan pembangunan Jembatan Sei Alalak atau dikenal Jembatan Basit yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2021 lalu.
Namun setelah itu, menurutnya entah kenapa penerapan satu arah diberlakukan cukup lama hingga baru kembali dua arah seperti sekarang.
“Makanya terus diusulkan sampai 5 kali kata RT baru Dishub (Dinas Perhubungan) menyetujui kembali dua arah,” tuturnya.
Kendati demikian, dua arah hanya berlaku di dalam kawasan saja karena di Jalan Simpang Lampu Merah menuju Uniska Kota Banjarmasin dan arah ke Jalan Sultan Adam tidak bisa.
Bahkan di lampu merah itu lanjutnya, ada tanda rambu-rambu lalu lintas yang menunjukan larangan untuk belok.
“Seharusnya dibuka saja kayak dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Tono pedagang makanan di kawasan tersebut mengungkapkan tak jarang ada selisih paham antar pengguna Jalan Cemara Raya saat melintasi.
“Masih ada yang belum tahu soal dua arah ini, ada yang tidak mengerti juga karena kurangnya rambu-rambu lintas,” kata Tono.
Menurutnya, kemungkinan masih banyak yang belum mengetahui karena minimnya sosialisasi mengenai pemberlakuan dua arah di Jalan Cemara Raya tersebut.
“Kurang sosialisasi kayaknya, jadi banyak yang belum tahu. Di samping minim rambu-rambu juga,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap Dishub Kota Banjarmasin bisa mempertimbangkan lagi agar pemberlakuan arus lalu lintas dua arah ini bisa permanen. Mengingat saat ini hanya uji coba.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







