terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pergelaran pasar murah menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam menekan inflasi daerah selama ini.
Mengingat Kota Banjarmasin sempat berada di peringkat kedua se-Indonesia dengan angka inflasi tertinggi di tahun 2022 lalu.
Untuk itu, pasar murah terus dilaksanakan di sejumlah titik secara mandiri maupun berkolaborasi berbagai pihak.
“Paket sembako yang dijual di pasar murah tentunya telah diberi subsidi hingga dijual dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat,” ucap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Selasa (21/11/2023).
Menurut Tezar sapaan akrabnya, pengaruh dari pelaksanaan pasar murah terhadap inflasi di Kota Banjarmasin sejauh ini cukup berhasil.
Pasalnya, terhitung sejak September 2023 lalu angka inflasi turun drastis dari sekitar 4,6 persen turun menjadi 2,46 persen.
“Penurunan cukup siginifikan terjadi setiap bulannya,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada pelaksanaan pasar murah saja dan penguatan infomasi harga barang, bahan pokok dan stoknya saja.
Tentunya ada cara lain yang dilakukan dalam penanganan inflasi di Kota Banjarmasin saat ini yaitu melakukan kerja sama antar daerah lain.
Dimana sebelumnya, Pemko Banjarmasin berhasil menjalin kerja sama dengan Pemkab Sumbang untuk pemenuhan kebutuhan beras.
“Untuk kerja sama antar daerah kami sedang melakukan penjajakan dan akan melakukan penandatangan MOU di Kabupaten Brebes untuk komoditi bawang,” ungkapnya.
Tak menutup kemungkinan lanjutnya, kerja sama antar daerah itu akan dilakukan lagi pada jenis komoditi lainnya yang memang berpotensi sebagai penyumbang inflasi daerah.
“Ke depan kemungkinan iya tapi dilakukan secara bertahap karena banyak tantangan dalam melakukan kerja sama ini. Rencana kita memang ada kerja sama dengan Kota Blitar untuk komoditi telur ,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






