terasbanua.my.id, Banjarmasin – Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin diharapkan bisa membuat sebuah inovasi dengan matang.
Pasalnya, menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman inovasi tidak hanya mengenai kuantitas saja yang dimunculkan. Namun jika berbicara kualitas tentu sebuah inovasi haruslah matang.
Maka dari itu, kegiatan seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Kota Banjarmasin itu bisa jadi sarana bagi inovator dan pendukung inovator dari masing-masing SKPD dalam mendapat pemahaman mengenai sebuah inovasi yang berkualitas.
“Karena jika matang tentu penggunaan inovasi bisa berjalan maksimal,” ucap Ikhsan kepada awak media usai membuka Bimtek Inovasi Daerah Kota Banjarmasin, Kamis (11/5/2023).
Meski setiap SKPD diminta harus memiliki inovasi setiap waktunya, tetap saja inovasi yang harus dimunculkan jangan terkesan dipaksakan.
Di samping itu, menurut Ikhsan inovasi tidak melulu tentang teknologi saja. Bisa saja inovasi berkaitan dengan aktivitas pelayanan publik secara langsung di SKPD itu sendiri untuk lebih efesien.
“Misalnya di sebuah SKPD memberikan pelayanan kepada masyarakat. Maka pikirkan bagaimana pelayanan yang rumit contohnya bisa lebih mudah dan efesien,” jelasnya.
Saat ini, dibeberkannya inovasi SKPD yang sudah terlihat dan bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat ada sekitar 70 persen.
Angka itu nampaknya berhasil membawa nama Kota Banjarmasin dalam prestasi indeks inovasi daerah dengan predikat Kota Inovatif.
“Sedikit lagi nilainya kita menjadi kota terinovatif. Namun predikat inovatif juga sudah prestasi bagus,” akhirnya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang), Ahmad Syauqi menuturkan setiap SKPD di lingkungan Pemko Banjarmasin terus di dorong agar bisa melahirkan inovasi baru.
“Di samping pengembangan dan implementasi inovasi yang sudah ada. Dimana pelaksanaan Bimtek bertujuan untuk meningkat kualitas dari inovasi yang sudah ada sebelumnya,” kata Syauqi.
Lebih lanjut, Syauqi menjelaskan sebenarnya yang ingin dibangun dalam sebuah inovasi itu adalah tingkat kematangannya. Dimana inovasi yang sudah matang bisa direplikasi oleh SKPD di lingkungan sendiri atau daerah lain.
“Sehingga bisa melaksanakan program kegiatan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik pada masing-masing SKPD melalui inovasi itu,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







