terasbanua.my.id, Banjarmasin – Penerapan pembayaran parkir non tunai menggunakan QRIS masih belum sepenuhnya di Kota Banjarmasin sejak di lauching dan disosialisasikan pada bulan Agustus 2024 lalu.
Meski penerapan QRIS sudah mulai diberlakukan di beberapa titik parkir. Namun memang masih belum booming.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo belum maksimalnya penerapan QRIS karena banyak pengelola parkir hingga Juru Parkir (Jukir) yang enggan menerapkan.
“Jadi masih banyak yang tunai, tapi terus kami coba bertahap dan bekerjasama dengan bank daerah untuk memfasilitasi itu kepada warga,” ucap Slamet baru-baru tadi.
Mengingat lebih banyak pengelola yang masih enggan menerapkan, tentu ini jadi tantangan pihaknya ke depan.
“Memang harus effort luar biasa kepada pengelola agar ini bisa maksimal karena kalau mereka menyambut baik tentu bisa lebih cepat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan penerapan non tunai ini akan coba diberlakukan sepenuhnya di kawasan Pasar Sudimampir di awal November 2024 nanti.
“Sudah kita komunikasikan dengan pengelola parkir disana. Tapi pembayaran bukan hanya qris, tapi bisa menggunakan pembayaran non tunai seperti e-money dan lainnya,” terangnya.
Ia pun berharap warga kota terutama yang sering ke Pasar Sudimampir bisa mempersiapkan diri, agar tidak ada lagi alasan tidak memiliki uang elektronik.
“Ini jadi uji coba pertama kita laksanakan sepenuhnya pembayaran parkir non tunai karena di sana memungkinkan dilaksanakan karena ada gate,” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan di beberapa kota besar sudah menerapkan pembayaran non tunai hingga sudah seharusnya Kota Banjarmasin untuk meniru.
Pembayaran digital saat ini lanjutnya, bertujuan dalam menanggulangi kebocoran dan tentu sistemnya berjalan transparan.
“Kita mencoba mengurangi konvensional ke arah digitalisasi,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







