terasbanua.my.id, Banjarmasin – Seiring adanya Surat Edaran (SE) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mengenai larangan membawa permainan lato-lato ke lingkungan sekolah pada siswa. Seluruh sekolah baik PAUD, SD, maupun SMP di Kota Banjarmasin sudah mulai berlakukan kebijakan itu kepada siswanya. Salah satunya SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin.
Kepala SDN 7 Sungai Miai Banjarmasin, Norcahyani Indah mengatakan sebelum dikeluarkannya SE itu, pihaknya sudah melarang para siswanya membawa permainan lato-lato ke sekolah.
“Sudah kita larang sebelumnya. Tapi setelah ada edaran itu kita langsung lakukan razia kepada siswa,” ucap Norcahyani saat ditemui terasbanua.my.id usai kegiatan Aksi Cerah (Cegah Demam Berdarah), Kamis (12/1/2023).
Saat menggelar razia itu lanjutnya, hanya satu siswa saja yang kedapatan masih membawa permainan yang pernah booming di tahun 90an itu.
Saat ini, pihaknya pun tengah menyiapkan SE kepada orang tua siswa agar memperingati anaknya agar tidak membawa ataupun memainkan lato-lato di lingkungan sekolah.
Namun sebelum SE dari sekolah itu diterbitkan, pihaknya melalui Wali Kelas masing-masing sudah memberitahukan kepada para orang tua siswa melalui grup WhatsApp Kelas terkait larangan itu.
“Sebelumnya memang rame anak-anak bawa permainan lato-lato hingga kami larang karena takut membahayakan. Walaupun sampai saat ini tidak ada siswa kami cedera karena permainan itu,” paparnya.
Tidak hanya larangan membawa permainan lato-lato di sekolah saja, pihak sekolah juga melarang siswa untuk membeli permainan lato-lato yang dijual bebas oleh pedagang yang biasa mangkal di depan pagar sekolah.
“Kami juga sudah himbau pedagang untuk tidak menjual lato-lato dan menyimpannya dari anak-anak. Ya walaupun ada saja kecolongan mereka menjual dengan sembunyi-sembunyi,” tuturnya.
Tak dipungkirinya, permainan lato-lato memiliki dampak positif yang mana fokus anak-anak terhadap gadget bisa teralihkan asalkan memainkannya dengan hati-hati dan aman.
Namun permainan itu akan berbahaya bila anak-anak memainkannya tanpa hati-hati atau mengikuti contoh seperti di you tube yang memainkan lato-lato dengan atraksi yang cukup menantang dan beresiko membahayakan penggunanya.
Belum lagi suara berisik yang dihasilkan oleh permainan lato-lato yang dikhawatirkan akan menganggu aktivitas belajar mengajar siswa maupun guru di lingkungan sekolah.
“Karena kabarnya sampai kena mata, benjol dan memar. Makanya kita larang karena terkadang ada anak-anak mainkannya tanpa hati-hati,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






