Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 2 Mar 2023 16:58 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Sampah Popok dan Pembalut Terus Meningkat, DLH Akui Sulit Tangani Dua Jenis Sampah Itu


 Sampah Popok dan Pembalut Terus Meningkat, DLH Akui Sulit Tangani Dua Jenis Sampah Itu Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Popok dan pembalut adalah jenis sampah yang mengalami kenaikan setiap tahunnya di Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marzuki mengungkapkan kenaikan jumlah sampah jenis itu tak lain karena banyak penggunaannya.

Contohnya seperti popok yang sekarang ini tidak hanya digunakan bayi atau balita saja, tapi para lanjut usia (lansia) juga.

“Hal itu yang menyebabkan sampah terutama popok jumlahnya naik. Belum lagi sampah pembalut,” ucap Jack sapaan akrabnya, Kamis (2/3/2023).

Diakui Jack, sampah jenis tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dari data terakhir sejak tahun 2016.

“Untuk persisnya saya lupa. Tapi datanya ada semua jenis sampah. Saya lihat sampah kain perca naik dan ternyata sumbernya dari popok bayi dan lansia serta pembalut,” jelasnya.

Menurut Jack sampah kain perca merupakan jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang kembali karena belum ada teknologi untuk memproses itu.

Padahal lanjutnya, idealnya semua jenis sampah tidak hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja.

“Sebenarnya kain perca yang lain di pusat daur ulang skala rumah tangga itu bisa kami ulah keset. Tapi yang itu (popok dan pembalut) tidak bisa didaur ulang,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya berusaha mencari solusinya agar kedua jenis sampah itu memungkinkan untuk didaur ulang.

Pasalnya, di daerah Jawa sudah ada cara menanggani sampah tersebut dengan mengolahnya jadi pupuk cair hingga media tanaman.

“Tapi disini sampah seperti itu dianggap sangat kotor dan tidak semua mau bekerja mendaur ulang sampah jenis itu,” katanya.

Selain itu, pemanfaatan sampahnya juga yang nilainya kurang ekonomis. Sehingga tak heran, daur ulang jenis ini tidak terlalu menarik para pekerja.

“Makanya pengelolaan sampah popok dan pembalut masuk, masih sulit dilakukan,” tukasnya.

Di samping itu, pihaknya terus berusaha mensosialisasikan kepada masyarakat agar bisa memilah sampahnya sebelum dibuang.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin