terasbanua.my.id, Karawang – 40 jurnalis Kalimantan Selatan (Kalsel) berkesempatan untuk berkunjung dan menyaksikan langsung proses pencetakan uang kertas rupiah di Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) Karawang, Jawa Barat pad Senin (15/5/2023) tadi.
Sebelum memasuki ke kawasan proses pembuatan mata uang Republik Indonesia itu, seluruh jurnalis wajib mengikuti protokol keamanan di sana karena ketatnya penjagaan.
Step by step proses pembuatan lembaran uang rupiah itu diperlihatkan kepada seluruh jurnalis. Mulai dari alat-alat canggih yang bergerak sendiri melakukan pemotongan lembaran uang dan para pekerja yang tengah sibuk memeriksa kondisi uang sebelum benar-benar bisa diedarkan ke tangan masyarakat.
Tentunya hal itu, sempat membuat rombongan jurnalis Kalsel takjub saat menyaksikan proses pencetakan uang kertas. Mengingat kesempatan melihat proses pembuatan uang sebelum diedarkan ke masyarakat merupakan kali pertama bagi sebagian jurnalis dan menjadi pengalaman luar biasa.
Panjangnya proses pembuatan uang yang cukup rumit itu, Kepala SBU Uang RI, Fadel berharap masyarakat bisa mengetahui dan memahami agar lebih mencintai uang rupiah untuk selalu menjaganya agar tidak rusak.
“Ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk mensosialisasikan ke masyarakat agar uang bisa dijaga dengan baik,” ucap Fadel kepada awak media.
Melalui kunjungan ini, Fadel juga berharap bisa menambah wawasan rombongan jurnalis Kalsel terhadap proses pembuatan uang.
Sementara dalam sambutannya, Asisten Direktur Kelompok Data Sistem Informasi Edukasi Kerja Sama dan Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia, Hilda Erika ingin dari hasil kunjungan ke Perum Peruri. Jurnalis Kalsel dapat membagikan pengalamannya kepada masyarakat luas melalui pemberitaan.
“Agar semakin banyak orang yang tahu keberadaan uang itu sangat penting untuk dijaga,” tuturnya.
Di samping itu, pihaknya juga berusaha meningkatkan aspek keamanan dalam mencetak uang rupiah agar meminimalisir terjadinya upaya pemalsuan uang rupiah.
Salah satu upaya itu lanjutnya, pembaharuan desain uang baru yang lebih rumit lagi agar uang kertas tidak mudah ditiru dan dipalsukan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Bidang Edukasi BI Adila Luthfiana menambahkan desain uang juga dibuat semenarik mungkin dengan warna yang lebih kontras agar masyarakat tertarik untuk menyayangi uang dan menjaganya.
“Itu yang terus upayakan. Dengan begitu, masyarakat akan lebih menyayangi uang dan menyimpan dengan baik. Itu juga menjadi sikap kecintaan kita kepada NKRI melalui merawat mata uang kita sendiri,” terangnya.
Adila menyebutkan setiap tahunnya, banyak uang kertas yang terpaksa dimusnahkan karena kondisinya sudah tidak layak. Untuk itu, penting kepedulian kita untuk merawat uang agar terus layak digunakan dalam transaksi di tengah masyarakat.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







