terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sebanyak 344 peserta mengikuti tradisi Baayun Maulid yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin di Halaman Mesjid Sultan Suriansyah, Senin (16/9/2024).
Tradisi tahunan itu nampak diikuti balita hingga Lanjut Usia (Lansia) dengan ayunan yang telah dihiasi berbagai ornamen.
Nurani peserta tertua (74) mengaku jauh-jauh dari Batu Licin untuk bisa mengikuti tradisi dalam menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal tersebut.
Tentunya tujuan mengikuti tradisi yang sudah kental di Kalimantan Selatan (Kalsel) itu ingin mendapatkan keberkahan.
“Semoga sehat selalu dan panjang umur,” kata Nurani.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menuturkan selain dari peserta lansia ada peserta termuda yang baru beberapa hari lahir.
“Usianya baru 8 hari,” ucap Ibnu.
Ibnu mengatakan tradisi ratusan tahun itu tentunya dalam rangka memperingati dan memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana yang telah diajarkan para guru alim ulama terdahulu untuk mengayun anak-anak diiringi lantunan shalawat dengan harapan mendapat syafaat dari hari kelahiran Baginda Rasulullah.
“Supaya anak-anak paham tentang sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sekaligus menegaskan syariat Islam untuk mereka pedomani,” terang Ibnu.
Di samping itu, ia mengungkapkan tradisi baayun maulid tahun ini memang berbayar tidak gratis seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun ada bantuan dari kita, tapi tahun ini tidak karena memang Pemko banyak kegiatan budaya yang dilaksanakan,” tutupnya.
Sementara Ketua Pelaksanaan Baayun Maulid di Sultan Suriansyah, Syahrudin menerangkan pelaksanaan tahun ini tak di-backup Pemko Banjarmasin hingga peserta dikenakan biaya Rp. 100 ribu per-orangnya.
“Harapannya kembali di support Pemko lagi agar banyak pesertanya dan makin meriah,”akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






