terasbanua.my.id, Bandung – Puluhan jurnalis Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti Pelatihan Peningkatan Kualitas Jurnalis yang bertempat di Hotel Arya Duta, Bandung, pada Minggu (14/5/2023).
Pelatihan tersebut di fasilitasi langsung oleh Bank Indonesia (BI) Kalsel dengan menghadirkan lima mentor jurnalis profesional yang berpengalaman di bidangnya dari Tempo Institute.
Namun sebelum mengikuti pelatihan secara tatap muka langsung, para jurnalis telah mengirimkan tulisan berita masing-masing dengan tema yang ditentukan yang bakal dikoreksi oleh mentor secara berkelompok.
Dari hasil koreksi itu, diumumkan langsung ada lima tulisan berita terbaik yang tentunya telah memenuhi kaidah penulisan jurnalistik dengan sempurna di masing-masing kelompok sebagai pemenang.
Salah satu pemenang, Anas Aliando jurnalis dari media Kalsel Pos mengatakan pelatihan jurnalistik seperti ini sangat bermanfaat sekali untuk menambah wawasan bagi para jurnalis.
“Ke depannya kita mengharapkan penulisan jurnalistik di Kalsel lebih baik lagi. Meski penulisan jurnalis sudah cukup baik,” kata Anas.
Hal senada juga diungkapkan Faisal jurnalis dari Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI), pemenang lain dari penulisan berita artikel terbaik tersebut.
Menurut Ichal Iloenx sapaan akrabnya peningkatan jurnalistik memang harus dilakukan melalui pelatihan-pelatihan secara langsung.
“Semoga bisa dilaksanakan karena pelatihan seperti dapat meningkatkan kemampuan tulis para jurnalis. Di samping memang kita masih banyak perlu belajar lagi,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu mentor Agung Sedayu sangat mengapresiasi para peserta jurnalis Kalsel yang telah antusias mengikuti pelatihan.
“Antusias teman-teman luar biasa, meskipun pelatihan ini sebenarnya lebih spesifik soal ekonomi dan tentang perbankan karena umumnya tak banyak wartawan yang menyukai liputan ini,” jelasnya.
Mengingat selama ini, pemberitaan perekonomian di nilai sangat spesifik. Selain itu, banyak istilah-istilah sulit yang dipahami dan bermain data dengan angka. Tentunya penyajian beritanya harus akurat.
“Tak heran sering kali ada beberapa wartawan yang cenderung menghindari liputan tersebut karena dianggap sulit,” ujarnya.
“Namun dalam pelatihan ini banyak yang ikut, antuasias dan aktif artinya mereka bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan,” imbuhnya.
Ia berharap dari pelatihan seperti ini bisa menghadirkan hal-hal positif untuk perkembangan kualitas jurnalis khususnya di Kalsel.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







