terasbanua.my.id, Jakarta – Program Keluarga Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan (SIGAP) resmi diluncurkan di Indonesia, Rabu (28/2/2024).
Program SIGAP sendiri tentunya selaras dengan program pemerintah yang selama ini terus mengedukasi masyarakat terhadap perilaku hidup sehat.
Tujuan dari program Keluarga SIGAP adalah untuk melindungi lebih dari 1 juta anak terpapar risiko penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui sosialisasi perilaku positif yang berfokus pada imunisasi yang rutin, lengkap, dan sesuai jadwal, melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan pemberian makanan bergizi pada anak usia 0-24 bulan.
Program Keluarga SIGAP merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara Gavi, Unilever Indonesia, dan The Power of Nutrition.
“Salah satu inisiatif dari Kementerian Kesehatan melalui program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) adalah untuk mempromosikan budaya hidup dan praktik hidup sehat, yang kemudian akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak,” kata Ketua Tim Kerja Standar Kecukupan Gizi dan Mutu Pelayanan Gizi KIA, Direktorat Gizi dan KIA, Kementerian Kesehatan, Mahmud Fauzi, SKM, M.Kes.
Program Keluarga SIGAP hadir untuk menurunkan resiko terjangkitnya anak-anak dari penyakit-penyakit pheumonia, diare dan dapat dicegaj melalui menjaga kebersihan tangan, imunisasi lengkap yang tepat waktu, dan disertai dengan pola makan yang baik.
“Saat ini, Unilever sudah berhasil melakukan edukasi cuci tangan pakai sabun hingga lebih dari 100 juta orang di indonesia melalui program-program yang berfokus pada kebersihan tangan.” tambahnya.
“Kami sangat bahagia bisa terpilih sebagai wilayah pelaksanaan pilot program ini dan berharap bisa mendapatkan hasil yang diharapkan yaitu peningkatan kesadaran dan juga praktik perilaku kesehatan.” ucap drg. Yasna Khairina, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Banjar .
Melalui Program Keluarga SIGAP, kader-kader kesehatan di wilayah Kab. Bogor dan Kab. Banjar dilatih untuk memberikan sosialisasi yang efektif menggunakan berbagai media yang interaktif untuk menarik perhatian masyarakat, khususnya orang tua.
“Untuk dapat menyampaikan pesan secara efektif kepada keluarga, kami sadar bahwa sekedar mendidik secara konvensional saja tidak cukup.” ucap Ardi Prastowo, Team Leader Program Keluarga SIGAP.
“Oleh karena itu, kami juga menyediakan materi-materi interaktif yang bisa menarik perhatian dan tentunya mendidik para orang tua secara lebih efektif.” sambungnya.
Fransisca Lambe, Program Manager Program Keluarga SIGAP, menambahkan bahwa program ini tidak hanya menargetkan orang tua sebagai sasaran yang ingin dididik, tetapi juga menargetkan komunitas di lingkungan tersebut.
dr. Intan Widayati, MA – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Bogor yang mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten juga menambahkan bahwa metode pendekatan sosialisasi yang holistik akan meningkatkan efektifitas dari program ini.
Program Keluarga SIGAP diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengubah perilaku masyarakat, khususnya orang tua dengan anak 0-24 tahun untuk mempraktikkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Rilisan/Hamdiah






