Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 27 Jan 2023 20:05 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Profesi Petani Kurang Diminati di Banjarmasin, DP3K Ajak Generasi Muda Jadi Petani Milenial


 Profesi Petani Kurang Diminati di Banjarmasin, DP3K Ajak Generasi Muda Jadi Petani Milenial Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tak bisa dipungkiri profesi petani kurang diminati generasi muda saat ini. Apalagi di Kota besar seperti Banjarmasin.

 

Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin (DP3K) Kota Banjarmasin, Jenderawati mengungkapkan rata-rata yang berprofesi petani di kota berjuluk Seribu Sungai adalah orang yang sudah berumur.

 

“Kebanyakan orang juga lebih tertarik perniagaan atau bekerja karyawan di toko-toko dibanding bertani dan bertani itu biasa yang tua-tua,” ucap Jenderawati kepada terasbanua.my.id beberapa waktu lalu.

 

Melihat fenomena itu, DP3K Kota Banjarmasin berusaha mengajak generasi muda agar tertarik bekerja di bidang pertanian untuk menjadi petani milenial.

 

Untuk itu lanjutnya, pihaknya siap mensupport para petani milenial dengan mengikutkan program atau kegiatan pembelajaran mengenai bidang pertanian.

 

“Supaya menumbuh kembangkan minat mereka,” ujarnya.

 

Atas usaha itu, ia menyebutkan saat ini jumlah petani milenial di Kota Banjarmasin lumayan banyak. Namun untuk jumlah pastinya masih belum didata pihaknya.

 

“Biasanya dalam satu kelompok itu kita lihat mereka yang konsen dalam bidang itu kita support,” tuturnya.

 

Kebanyakan lanjutnya, yang berprofesi petani memang mengikuti leluhur mereka yang seorang petani. Kemudian mereka memiliki lahan sehingga tertarik bekerja di bidang pertanian.

 

“Karena itu kita support mereka agar menekuni bidang pertanian,” ujarnya.

 

Selain itu, pihaknya berusaha mengubah penilaian profesi petani yang identik sebagai profesi menengah ke bawah atau miskin.

 

Di sisi lain, pihaknya juga memberikan sosialisasi terhadap terobosan baru mengenai pola bertani yang bisa dilakukan panen dua kali dalam setahun.

 

Tentunya hal tersebut bertujuan agar para petani semakin bersemangat menekuni bidangnya.

 

“Karena sekali panen saja, rata-rata mereka bekerja di profesi lain seperti tukang dan pekerjaan lainnya. Makanya dengan bisa panen dua kali itu mereka bisa fokus bertani,” pungkasnya.

 

 

Hamdiah

Foto. Ilustrasi petani

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin