terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dari ratusan peserta yang mengikuti Baayun Maulid di Halaman Mesjid Sultan Suriansyah, ada peserta termuda yang baru usia belasan hari.
Peserta termuda di acara baayun maulid itu adalah bayi perempuan bernama Nafisah Mumtazah Nurul Qur’an.
Noor Rahmi (20) orang tua dari Nafisah Mumtazah Nurul Qur’an mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan menjalankan tradisi tahunan itu. Apalagi untuk anak pertamanya.
“Pas memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW jadi saya bawa anak saya yang baru lahir ini,” ucap Noor Rahmi kepada terasbanua.my.id saat berbincang-bincang, Rabu (27/9/2023).

Tentunya mengikutkan anak baayun maulid tak lain untuk mengambil keberkahan di peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap 12 Rabiul Awal.
Selain itu, mendoakan yang baik-baik untuk buah hatinya yang baru berusia 19 hari itu agar menjadi anak sholeh berbakti kepada orang tua dan beriman.
“Mudah-mudahan jadi anak yang bauntung batuah,” imbuh warga Sungai Andai itu.
Tidak hanya diikuti peserta bayi atau anak-anak saja, nampaknya ada peserta lanjut usia (lansia) di tradisi unik yang hanya ada di Kalimantan Selatan (Kalsel) itu.
Di usianya hampir satu abad, tak membuat Hj Normayati (96) malu ataupun minder menjadi salah seorang dari peserta di baayun maulid diantara peserta lainnya yang kebanyakan bayi dan anak-anak.
“Setiap tahun ikut terus, kecuali saat Covid-19 lalu,” kata Normayati.
Mengingat usianya yang sudah sangat tua, dirinya terpikir mungkin keikutsertaannya kali ini menjadi yang terakhir.
“Kalau misalnya tidak bisa lagi. Mudah-mudahan sehat terus,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






