terasbanua.my.id, Banjarmasin – Di peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengingatkan kembali berbagai macam program yang sudah dijalankan untuk penanganan sampah di kota berjuluk Seribu Sungai.
Salah satu program yang saat ini sedang digaungkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin adalah program Gerakan Masyarakat (Germas) Babarasih Sampah (B’basah) pada 100 ribu bawah barumahan.
“Sekarang sudah ada sekitar 2 ribu lebih bawah kolong rumah sudah dibersihkan. Semoga ini terus berjalan hingga akhir tahun,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina seusai acara HPSN di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (4/3/2023).
Selain itu, Ibnu ingin kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk perilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampai di buang ke sungai.
Menurutnya, sudah seharusnya perilaku menjaga kebersihan dan lingkungan itu melekat oleh warga Kota Banjarmasin yang memiliki julukan Kota Baiman.
“Itu terpenting. Selain itu memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan komunitas serta strategi penanganan sampah yang sebelumnya koridornya sudah jelas tinggal melaksanakan,” jelasnya.
Di momentun itu, orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu juga melaunching aplikasi dari karya anak banua yakni B-cas (Barasih Cas).
“Aplikasi ini akan sangat membantu seiring perkembangan digital saat ini. Artinya jasa pilah sampah itu bernilai ekonomis itu yang dimaksud pemerintah pusat sebagai ekonomis sekuler,” paparnya.
Selain itu, dirinya juga mengungkapkan ada sebanyak 356 Bank Sampah yang ada di Kota Banjarmasin untuk pengelolaan sampah.
“Jadi kita banyak Bank Sampah untuk memilah sampah dan itu ada nilai ekonomisnya,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan pihaknya berusaha membangun pergerakan ekonomi sekuler di Kota Banjarmasin melalui penanganan sampah yang dilakukan.
“Ada beberapa yang dilakukan, diantaranya launching Barasih cas dan Bank Sampah yang bisa kita manfaatkan untuk pergerakan ekonomi sekuler,” kata Alive.
Untuk program B’barasih bawah berumahan lanjutnya, tidak akan berakhir pada target di tahun ini saja. Melainkan akan terus dilanjutkan hingga di tahun-tahun mendatang.
Untuk saat ini, sudah ada sekitar 2.045 kolong rumah yang sudah dibersihkan dengan total sampah yang dikumpulkan sebanyak 34,4 ton.
“Pembersihan itu kita lakukan menyebar di seluruh kelurahan yang mana pengerjaannya dilaksanakan secara terbagi dan per segmen,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






