terasbanua.my.id, Banjarmasin – Di pergelaran Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF), memberikan keberkahan tersendiri bagi para pengrajin kain sasirangan.
Pasalnya, di masing-masing stand pengrajin sasirangan yang berada di Siring Menara Pandang itu bisa meraup pundi-pundi uang hingga puluhan juta dari hasil penjualan kain warisan adat Banjar itu.
Rafi Sujing salah satu pengrajin sasirangan yang ada di event besar itu mengaku berhasil menjual produknya cukup banyak selama tiga hari pergelarannya.
Kebanyakan produknya yang laku keras diburu para pembeli ialah kain sasirangan berbahan katun sutra dengan berbagai corak.
“Alhamdulillah kain sasirangan kami laris manis terjual,” ucap Rafi, Selasa (14/3/2023).
Harga produk kain sasirangan yang ia jual mulai dibandrol dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 1.500.000 dengan satu kali produksi.
Sedangkan untuk kaos dengan bahan premium dibandrol dengan harga Rp 200 ribu – Rp 250 ribu per lembarnya.
Hal sama juga tentunya dirasakan oleh puluhan pengrajin kain sasirangan. Mengingat dari pergelaran BSF itu, para pengrajin sasirangan jadi terbantu untuk memasarkan produknya ke masyarakat luas secara langsung.
“Kami sangat senang, pagelaran BSF betul – betul membantu kami,” ungkapnya.
Secara tidak langsung lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin turut memperhatikan akan kelangsungan para pengrajin di kota Seribu Sungai tersebut.
Tak hanya memberi kesempatan pada pengrajin di kota sendiri, nampaknya stand asal Kota Banjarbaru juga turut merasakan pendapatan dengan omset yang lumayan di perhelatan BSF itu.
“Omset kita jadi lebih meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar penjaga stand pameran sasirangan Banjarbaru, Mega Norhayani.
Berbagai macam produk yang diincar dan diminati oleh para pengunjung. Mulai dari kain sasirangan, jilbab, tas rajut dan produk lainnya.
“Best seller kami tas rajut, yang sudah go internasional,” katanya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






