terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pedagang pasar ramadan di Siring Menara Pandang nampaknya menggunakan kantong plastik untuk membungkus makanan maupun takjil yang dijual.
Masih bebasnya pengunaan kantong plastik di pasar ramadan, menyebabkan terjadi peningkatan sampah selama bulan suci ramadan khususnya sampah jenis plastik.
Padahal diketahui sebelumnya, sudah ada larangan peggunaan kantong plastik tertuang pada Peraturan Wali (Perwal) nomor 18 tahun 2016 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.
Tentunya hal itu menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin dan berencana akan melakukan pemanggilan terhadap pengelola pasar ramadan.
“EO nya akan kami panggil untuk menghimbau para pedagang pasar ramadan khususnya Siring Menara Pandang agar tidak menggunakan kantong plastik,” ucap Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love baru-baru ini.
Tidak hanya pada pedagang pasar ramadan, pengelola juga diminta bisa mensosialisasikan para pengunjung agar membawa wadah sendiri saat berbelanja di pasar ramadan.
Menurut Alive, sampah plastik yang dihasilkan dari pergelaran pasar ramadan yang menjual berbagai menu buka dan takjil dalam sebulan penuh. Tentu akumulasi sampah yang dihasilkan cukup tinggi.
“Kami ingatkan kembali, agar tidak terjadinya sampah yang membludak,” ujarnya.
Dalam antisipasi hal itu, pengunaan bungkus alternatif bisa dilakukan. Misalnya bakul purun. Mungkin dari pengrajin bakul purun khususnya bisa terakomodir dalam pelaksanaan pasar ramadan.
Untuk sementara lanjutnya, pihaknya masih memberikan himbauan dua lokasi digelarnya pasar ramadan terkait larangan pengunaan bungkus plastik.
Selama ini lanjutnya kembali, Kota Banjarmasin berhasil melakukan penurunan sampah plastik secara signifikan hingga 15 persen.
Atas keberhasilan penurunan sampah plastik itu, ia berharap momentum bulan ramadan ramadan ini tidak akan menyebabkan peningkatan volume sampah plastik khususnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






