terasbanua.my.id, Banjarmasin – Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) banyak menyerang masyarakat Kota Banjarmasin saat ini.
Penyebabnya tak lain imbas kabut asap dari Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) yang terjadi di kabupaten/kota tetangga.
Diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan tercatat ada sebanyak 3.769 kasus ISPA berdasarkan data seluruh puskesmas di Kota Banjarmasin per Juni lalu.
Jika dirincikan lanjut Madan sapaan akrabnya, kebanyakan infeksi saluran pernafasan itu menyerang bayi dan balita yakni mencapai 1.064 kasus.
“Sisanya mulai anak-anak hingga orang dewasa usia 60 tahun ke atas,” ucap Madan, Jumat (8/9/2023).
Namun nampaknya kasus itu kian meningkat, terdata pada Juli lalu mengalami kenaikan cukup signifikan mencapai seribu.
Menurutnya hal itu dipicu kondisi udara tidak sehat akibat kabut asap saat ini yang makin buruk di Kota Banjarmasin.
Untuk itu, ia menghimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan selalu menggunakan masker saat berada di luar.
“Jangan sampai asap masuk ke rumah dan perbanyak minum air putih,” katanya.
Sementara bagi penderita asma diingatkan selalu menyediakan dan minum obat yang biasa dikonsumsi serta segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala kambuh.
Sementara, Direktur Rumah Sakit Sultan Suriansyah, dr M Syaukani, mengungkapkan bulan ini saja sudah merawat 17 pasien penderita ISPA yang sebagian besar diderita oleh bayi dan balita. Jumlah diprediksi terus bertambah.
Kasus ISPA sebenarnya lebih banyak ditangani di tingkat layanan kesehatan Puskesmas.
Pasien ISPA yang masuk ke Rumah Sakit rata-rata, pasien yang sudah terbilang parah. Seperti terjadinya radang paru-paru (pneumonia) yang salah satunya disebabkan karena asap.
Bila dihitung pasien ISPA yang menjalani rawat inap hingga sejak Juli hingga 22 Agustus ini sudah ada 35 pasien yang hampir semuanya pasien bayi dan anak-anak.
“Usia rentan seperti bayi hingga anak-anak mudah terserang ISPA. Makanya pasien ISPA di Rs Sultan Suriansyah hampir semuanya bayi dan anak-anak,” katanya.
Resiko ISPA bisa ditangani dengan menggunakan masker. Syaukani mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi keluar rumah jika tidak begitu penting. Apalagi yang memiliki riwayat penyakit asma, tentu sangat mempengaruhi kesehatannya.
Kemudian, ia menyarankan agar warga meningkatkan imunitas seperti mengkonsumsi suplemen atau menjaga pola makanan yang bergizi dan seimbang.
“Kurangi keluar rumah jika tidak penting. Namun bila bepergian pakailah masker,” imbaunya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






