Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 17 Nov 2023 20:18 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Penataan Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Banjarmasin Masih Pertimbangkan Kultur Masyarakatnya


 Penataan Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Banjarmasin Masih Pertimbangkan Kultur Masyarakatnya Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Penataan kawasan kumuh di Kota Banjarmasin menjadi objek dalam pemeriksaan audit kinerja BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pemeriksaan audit yang dilakukan menyasar pada infrastruktur, penataan kawasan, pengendalian penduduk dan lainnya yang berhubungan dalam upaya penataan kawasan kumuh.

Dari hasil pemeriksaan itu menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, banyak masukan mengenai penataan kawasan kumuh yang didapat.
“Ada beberapa rekomendasi yang telah disampaikan untuk entitas masing-masing seperti Disperkim, Dinas PUPR dan dinas terkait,” ucap Ikhsan, Jumat (17/11/2023).

Dari rekomendasi itu lanjut Ikhsan, tentunya akan menjadi bahan penyesuaian pihaknya dalam penataan kawasan kumuh.

Untuk itu, Ikhsan sangat bersyukur kota yang memiliki julukan Seribu Sungai ini bisa menjadi objek dalam pemeriksaan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan itu mengenai baik itu penyesuaian regulasi, hal-hal yang diperlukan dalam penataan,” ujarnya.

Terkhusus di kawasan kumuh bantaran sungai untuk penataannya masih perlu pertimbangan yang dilakukan. Disamping adanya rekomendasi yang diberikan dari hasil pemeriksaan itu.

Dimana lanjutnya, banyaknya warga bermukim di bantaran sungai sudah menjadi karakteristik tersendiri sejak jaman dulu.

“Jadi pertimbangan juga. Cuman jangan melihat rumah di pinggir sungai itu disimpulkan kawasan kumuh,” terangnya.

“Tapi dilihat beberapa segi dan jangan menjadikan solusi harus rumah vertikal, siapa tahu itu tidak sesuai kultur masyarakat kita,” imbuhnya.

Menurutnya, solusi rumah vertikal bagus. Namun belum tentu bagus menurut masyarakat di bantaran sungai. Apalagi masyarakat yang sudah turun temurun yang bermukim di pinggir sungai.

“Ini menjadi bahan pertimbangan juga, atau nanti dikombinasikan rumah vertikal tapi di dekat sungai jadi hawa-hawa sungai masih ada. Untuk itu kita lihat sisi kultur masyarakat dulu,” akhirnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Pemko Banjarmasin Menggelar Salat Minta Hujan

31 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Perda Nomor 3 Tahun 2026 disahkan, Pemko Banjarmasin Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pembangunan

25 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Atasi Dangkalnya Sungai Baru, Pemko Banjarmasin Geber Normalisasi di Musim Kemarau

25 Agustus 2026 - 12:23 WITA

Badminton Demokrat Kalsel Cup 2026 Semarakkan HUT ke-25 Partai Demokrat

22 Agustus 2026 - 22:31 WITA

Bintang Orado Semarakkan HUT Demokrat ke-25, Demokrat Kalsel Tekankan Kebersamaan

22 Agustus 2026 - 13:07 WITA

Banjarmasin Tampilkan Cabor Ski Air dan Wakeboard di Wali Kota Cup 2026

22 Agustus 2026 - 12:30 WITA

Trending di Banjarmasin