terasbanua.com, Banjarmasin – Tak dipungkiri oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin persoalan anak jalanan, Gelandangan dan Pengemis (gepeng) di Kota Banjarmasin masih belum teratasi dengan baik selama ini.
Menurut Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana masih belum teratasinya dengan baik persoalan itu karena tidak adanya tempat untuk menampung para anak jalanan dan gepeng usai terjaring oleh Satpol PP.
“Kalau sesuai SOP itu penahanan para anak jalanan dan gepeng itu hampir 20 hari tapi karena kita tidak punya tempat menampung mereka. Makanya pagi diamankan sore sudah dipulangkan,” ucap Dolly, Kamis (3/11/2022).
Sementara, untuk Rumah Singgah Baiman milik Dinsos Kota Banjarmasin yang berada di Jalan Soebarjo, Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan hanya menampung para Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kategori sedang dan warga yang tidak memiliki keluarga.
Kendati demikian, diakuinya Rumah Singgah Baiman dulunya sempat menampung para anak jalanan dan gepeng yang pernah terjaring.
Namun penampungan itu tak berlangsung lama karena mereka anarkis dengan merusak dan menjebol dinding-dinding Rumah Singgah Baiman untuk bisa kabur.
“Itu yang jadi polemik kita selama ini dalam menangani anak jalanan dan gepeng,” ujarnya.
Maka dari itu, pihaknya berencana akan membangun shelter untuk penampungan para anak jalanan dan gepeng yang mana pengusulan pembangunan dilakukan pada tahun 2023 mendatang.
“Termasuk anak terlantar, orang tua terlantar dan disabilitas terlantar di shalter baru itu,” katanya.
Pembangunan shalter itu sendiri nantinya di bangun di atas lahan luas kosong yang ada di Rumah Singgah Baiman.
Sebelumnya, ia mengungkapkan Wali Kota Banjarmasin sudah pernah meninjau lahan yang bakal di bangun shalter itu.
“Tepat pada launching Posyandu Kesehatan Jiwa beberapa waktu lalu beliau tinjau. Rencananya di sana juga akan dibangun poliklinik kesehatan jiwa,” pungkasnya.
Hamdiah






