terasbanua.my.id, Banjarmasin -Terdata angka kemiskinan ekstrem di Kota Banjarmasin hampir mencapai 10 ribu jiwa yang tersebar di seluruh kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin.
Dalam penanggulangannya, hal pertama yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin adalah untuk menyinkronkan data secara akurat untuk bisa dilakukan penataan.
“Kami meminta untuk seluruh lurah melakukan pendataan warganya yang masuk kategori miskin ekstrem,” ucap Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, usai menghadiri Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), Senin (27/11/2023) kemarin.
Menurut Arifin untuk pengentasan kemiskinan ekstrem tentu harus bertahap dan selalu merubah strategi.
Dari data itu lanjut Arifin, nanti akan dikerjasamakan dengan BPS serta Kelurahan untuk bisa mendata secara bagus dan akurat.
“Artinya tanpa data kan kita jadi sulit untuk tahu faktor kemiskinan itu apa,” cetusnya.
Adanya langkah atau strategi yang akan dilaksanakan, lanjutnya pihak terkait akan lebih mudah menyusun program yang dapat membantu dalam mengurangi kemiskinan di kota seribu sungai.
Sehingga program yang direncanakan lebih tepat sasaran, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, infrastruktur, dan lingkungan.
Di samping itu, menurutnya dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem tentu perlu kebersamaan semua pihak.
Salah satunya keterlibatan lembaga sosial yang ikut adil menanggulangi kemiskinan melalui program bantuan seperti BAZNAS.
“Mudah-mudahan upaya dalam penanganan kemiskinan ekstrem bisa berjalan dengan baik,” harapnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






