Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 5 Apr 2025 13:14 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pemko Optimis Benahi Pengelolaan Sampah di Banjarmasin


 Pemko Optimis Benahi Pengelolaan Sampah di Banjarmasin Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Guna memastikan keberlangsungan program darurat sampah berjalan dengan masif, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atas instruksi Wali Kota Banjarmasin mengumpulkan seluruh camat, lurah beserta pengelola TPS maupun rumah pilah se-kota Banjarmasin terkait sosialisasi pilah hingga pengelolaan sampah, di Aula Kayuh Baimbai, Jumat (04/04/2025) tadi.

Mengundang Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi), Wilda Yanti sebagai narasumber, turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman, Sejumlah kepala SKPD beserta jajaran terkait.

Pada kesempatan itu, Ikhsan Budiman menyampaikan bahwa pihaknya sedang merancang sistem pengelolaan sampah yang lebih teknis, termasuk penjadwalan pembuangan sampah berdasarkan jenisnya.

“Sesuai arahan Wali Kota, kita sudah mensosialisasikan pemilahan sampah dari rumah. Secara teknis, nantinya bisa saja kita tetapkan hari tertentu untuk sampah organik dan hari lain untuk sampah non-organik,” ucap Ikhsan.

Lagi, menurutnya, upaya uji coba yang telah dilakukan, seperti larangan membuang sampah selama dua hari, memberikan gambaran tentang kesiapan masyarakat, “Jika kita terjemahkan lebih teknis, aturan ini bisa dituangkan dalam bentuk surat edaran atau peraturan yang lebih spesifik,” tambahnya.

Dirinya juga menekankan bahwa aturan yang akan diterapkan lebih berfokus pada tata cara dan kebiasaan memilah sampah, bukan pada sanksi.
“Regulasi tentang pembuangan sampah sembarangan sudah ada di peraturan daerah. Sedangkan aturan baru ini lebih kepada bagaimana cara membuang dan memilah sampah dengan benar,” jelasnya.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah akan mengadakan sosialisasi secara lebih intensif.

“Masyarakat sebenarnya mau memilah sampah, tetapi masih banyak yang belum tahu tekniknya. Inilah yang akan kita edukasi, dengan sedikit unsur pengaturan agar lebih efektif,” ungkapnya.

Selain itu, ujarnya, Pemko Banjarmasin juga akan melibatkan berbagai pihak dalam penerapan sistem ini, termasuk para pengangkut sampah atau “paman gerobak”. Sosialisasi dan praktik pemilahan sampah akan dilakukan per kecamatan, dimulai dari Kecamatan Banjarmasin Utara, lalu berlanjut ke Banjarmasin Timur dan lainnya.

“Setiap sesi sosialisasi akan melibatkan camat, lurah, RT/RW, petugas TPS 3R, pengawas pemilah, serta ibu-ibu PKK. Kegiatan ini akan ditutup dengan praktik pemilahan sampah dan penandatanganan komitmen,” pungkasnya.

Disisi lain, Ketua Asobsi, Wilda Yanti menegaskan bahwa regulasi yang ada sebenarnya sudah cukup untuk menyelesaikan permasalahan sampah jika dijalankan dengan lebih tegas dan optimal

“Kita berpatokan pada regulasi yang ada, seperti konsep bank sampah, TPS 3R, PDU, dan TPST. Jika ini difokuskan, insya Allah masalah sampah bisa terselesaikan,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi kendala utama yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Selain infrastruktur, Wilda juga menyoroti pentingnya edukasi dan penegakan aturan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pemilahan sampah. Menurutnya, masyarakat bukan tidak peduli, tetapi banyak yang belum mengetahui cara memilah sampah dengan benar. Oleh karena itu, edukasi menjadi langkah pertama sebelum aturan ditegakkan secara lebih ketat.

“Selama ini aturan ada, tapi pengawasan dan penegakannya belum berjalan dengan baik. Ini yang harus kita perbaiki,” tegasnya.

Terkait peran paman gerobak sebagai pengangkut sampah di Banjarmasin, Wilda menekankan bahwa mereka harus dilibatkan dalam sistem pengelolaan yang lebih terstruktur. “Idealnya, mereka tidak hanya mengangkut dan membuang sampah, tetapi juga terlibat dalam pengolahan. Oleh karena itu, mereka seharusnya menjadi bagian dari TPS 3R atau PDU agar sistem pengelolaan sampah lebih sinkron,” tandas dia.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah kota dan kolaborasi dengan berbagai pihak, ia optimis bahwa dalam dua bulan ke depan, pengelolaan sampah di Banjarmasin dapat berjalan lebih baik.

Diskominfotik/Hamdi

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Kembalikan Ekosistem TPA Basirih, 2.500 Bibit Pohon Ditanam

30 Juni 2026 - 14:18 WITA

Kota Banjarmasin Rebut Juara Umum MTQ Nasional XXXVIII Kalsel 2026

26 Juni 2026 - 14:21 WITA

Sekdako Banjarmasin Sidak Displin di SKPD

22 Juni 2026 - 14:25 WITA

SiLPA 2025 Tinggi, Sekda Banjarmasin Perketat Pengawasan Evaluasi Kinerja SKPD

18 Juni 2026 - 14:28 WITA

Kesbangpol dan FKUB Banjarmasin Sosialisasikan Perda Toleransi Beragama

17 Juni 2026 - 14:34 WITA

APBD Banjarmasin TA 2025 Catat SiLPA Rp538 Miliar, Wali Kota Evaluasi Total SKPD dan Soroti Proyek Mandek

15 Juni 2026 - 14:40 WITA

Trending di Banjarmasin