Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 9 Nov 2023 19:26 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pemko Banjarmasin Terus Upayakan Penurunan Angka Stunting Hingga di Angka 14 Persen


 Pemko Banjarmasin Terus Upayakan Penurunan Angka Stunting Hingga di Angka 14 Persen Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sudah seharusnya penanganan stunting di Kota Banjarmasin menjadi tugas semua pihak dengan melibatkan seluruh sektor.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berkolaborasi dengan PLN UP3 Banjarmasin membagikan bantuan gizi berupa sembako kepada anak-anak di Kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kamis (9/11/2023).

Sedikitnya ada 50 Kepala Keluarga (50) KK di Kecamatan Banjarmasin yang menerima bantuan gizi tersebut.

“Bantuan ini sebagai upaya untuk perbaikan gizi pada anak stunting dan beresiko stunting di wilayah Banjarmasin Selatan,” ucap Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor kepada awak media.

Arifin mengungkapkan saat ini angka stunting di Kota Seribu Sungai sudah di sekitar 24 persen dan berada di level angka rata-rata nasional.

Tentunya angka itu lanjutnya, masih jauh dari 14 persen yang jadi target Kota Banjarmasin dalam penurunan angka stunting.

“Target kita penurunan stunting bisa capai 14 persen secara nasional. Tentunya kita terus berupaya untuk itu,” katanya.

Berbagai upaya sudah dilakukan dalam penurunan stunting itu melalui program Pemko Banjarmasin, diantaranya perbaikan sanitasi seperti Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BBABS), perbaikan gizi anak stunting seperti program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) dan program lainnya.

“Kualitas lingkungan juga perlu diperhatikan karena itu berpengaruh pada penurunan angka stunting di Kota Banjarmasin,” tuturnya.

Sementara itu, Raudah salah satu keluarga penerima bantuan gizi sangat menyambut baik adanya penyaluran bantuan tersebut.

Apalagi anak balitanya yang berusia 36 bulan dinyatakan cenderung beresiko stunting setelah melakukan pemeriksaan secara rutin di Puskesmas setempat.
“Senang sekali karena makanan bergizi sangat dibutuhkan anak saya yang memang kondisinya cenderung beresiko stunting,” ungkap Raudah kepada terasbanua.my.id saat berbincang-bincang.

Raudah berharap program-program seperti ini terus ada karena dapat membantu warga beresiko stunting seperti dirinya.

“Semoga penanganan stunting ini jadi kesadaran semua pihak tidak hanya pemerintah saja,” ujarnya.

Tentunya sebagai anak yang beresiko stunting tentunya terus dipantau tumbuh kembangnya oleh petugas puskesmas secara ekslusif dan mendapat bantuan makanan bergizi.

Warga Pemurus Baru itu mengaku penyebab sang anak beresiko stunting dikarenakan makanan yang dikonsumsi kurang serat.

“Anaknya agak kurang suka sayur dan buah. Untungnya bisa sedikit terpenuhi dengan memakan telur. Seandainya tidak, mungkin anak saya sudah stunting,” tuturnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Pemko Banjarmasin Menggelar Salat Minta Hujan

31 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Perda Nomor 3 Tahun 2026 disahkan, Pemko Banjarmasin Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pembangunan

25 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Atasi Dangkalnya Sungai Baru, Pemko Banjarmasin Geber Normalisasi di Musim Kemarau

25 Agustus 2026 - 12:23 WITA

Badminton Demokrat Kalsel Cup 2026 Semarakkan HUT ke-25 Partai Demokrat

22 Agustus 2026 - 22:31 WITA

Bintang Orado Semarakkan HUT Demokrat ke-25, Demokrat Kalsel Tekankan Kebersamaan

22 Agustus 2026 - 13:07 WITA

Banjarmasin Tampilkan Cabor Ski Air dan Wakeboard di Wali Kota Cup 2026

22 Agustus 2026 - 12:30 WITA

Trending di Banjarmasin