Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 19 Nov 2023 20:42 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pemko Banjarmasin Terus Fokus Penanganan Stunting


 Pemko Banjarmasin Terus Fokus Penanganan Stunting Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Di momentum Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 59 tahun, penanganan kasus stunting menjadi fokus serius bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Pasalnya, hingga saat ini penurunan angka stunting di Kota Banjarmasin masih belum mencapai target nasional.

“Untuk stunting ini target kita cukup tinggi karena dari angka 22 persen ke 14 persen itu cukup besar effort kita,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di sela-sela acara HKN di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Minggu (19/11/2023).

Untuk itu lanjut Ibnu, berbagai program penanganan stunting terus digencarkan pada 14 lokus yang ada di Kota Seribu Sungai.

Salah satu program penanganan stunting adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) ASN Peduli yang ikut berkontribusi melalui infak.

“Itu gerakan bersama dengan menyisihkan penghasilan dengan bersedekah untuk penanganan stunting,” ujar Ibnu.

Anggaran untuk penanganan stunting di Kota Banjarmasin sendiri lanjutnya, selama ini sudah maksimal.

Di tahun 2023 ini saja, anggaran untuk penanganan stunting sebesar Rp. 5,5 miliar. Sementara tahun 2024 mendatang akan diusulkan sebesar Rp. 8 miliar.

Terutama pada tahun 2024 mendatang, anggaran penanganan stunting sudah dikawal sejak awal agar jelas penanganannya.

“Anggaran penanganan stunting di tahun 2024 sudah dikawal sejak awal agar jelas penanganannya,” katanya.

Tentunya orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu berharap ke depan kasus stunting sudah bisa tertangani semua.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Tabiun Huda mengatakan intervensi penangganan stunting lebih pemberian makanan tambahan kepada keluarga stunting maupun keluarga berisiko stunting.

“Makanan tambahan yang diberikan sesuai dengan bernutrisi dan gizi. Tentunya itu stimulus kita dalam penanggulangan stunting,” tuturnya.

“Juga pemberian vitamin yang ditaburkan pada makanannya,” imbuhnya.

Terpenting lanjutnya, mensosialisasikan kepada masyarakat luas terkait penanggulangan stunting di lingkungan keluarganya.

Tidak hanya itu, penanggulangan sejak dini juga dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah bagi anak-anak sekolah.

“Mencegah mereka kurang darah saat hamil,” pungkasnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Demokrat Kalsel Kirim Puluhan Utusan ke Puncak HUT ke-25 di GBK, Rully Rozano: Pesan AHY Jadi Energi Kader

10 September 2026 - 15:07 WITA

Pemko Banjarmasin Menggelar Salat Minta Hujan

31 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Perda Nomor 3 Tahun 2026 disahkan, Pemko Banjarmasin Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pembangunan

25 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Atasi Dangkalnya Sungai Baru, Pemko Banjarmasin Geber Normalisasi di Musim Kemarau

25 Agustus 2026 - 12:23 WITA

Badminton Demokrat Kalsel Cup 2026 Semarakkan HUT ke-25 Partai Demokrat

22 Agustus 2026 - 22:31 WITA

Bintang Orado Semarakkan HUT Demokrat ke-25, Demokrat Kalsel Tekankan Kebersamaan

22 Agustus 2026 - 13:07 WITA

Trending di Banjarmasin