terasbanua.my.id, Banjarmasin – Proses Survei Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna telah selesai.
Saat ini, RSUD Sultan Suriansyah tinggal menunggu hasil dari penilaian yang diperkirakan akan keluar sekitar dua sampai tiga minggu.
“Mudah-mudahan hasilnya bisa sesuai harapan yaitu akreditasi paripurna,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina usia menghadiri penutupan Survei Akreditasi RSUD Sultan Suriansyah di Aula RSUD Sultan Suriansyah, Sabtu (4/3/2023).
Sebelumnya lanjut Ibnu, untuk menghadapi survei akreditasi ini pihaknya sudah mempersiapkan sejak setahun lalu.
Menurut Ibnu, survei akreditasi ini sangat penting guna memastikan perkembangan Rumah Sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin itu sendiri selama tiga tahun berdiri.
“Setelah usia 3 tahun upaya yang kita lakukan untuk menata SDM (Sumber Daya Manusia) rumah sakitnya, pelayanan termasuk fasilitas yang setiap tahun kita komitmen untuk menambah fasilitas,” tuturnya.
Tentunya hal itu dilakukan, guna menunjang pelayanan yang berusaha diberikan secara maksimal dan terbaik kepada warga Kota Banjarmasin yang berobat.
Orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu mengatakan tak ingin mendengar adanya keluhan tidak enak yang disampaikan warga terkait pelayanan yang diberikan rumah sakit kebanggan Kota Banjarmasin itu.
“Ini salah satu kekuatannya adalah SDM nya masih muda, usia rumah sakit muda. Tetapi pelayanan harus tetap diutamakan,” katanya.
Selain itu, dirinya optimis RSUD Sultan Suriansyah bisa meraih akreditas paripurna yang sudah menjadi target.
Apalagi dengan beberapa keunggulan yang dimiliki Rumah Sakit plat merah. Diantaranya, memiliki ambulance sungai yang lengkap fasilitas, serta ambulance darat dengan standar internasional.
“Mobil ambulance dari Mercy dan itu paling bagus dalam memberikan pelayanan saat perjalanan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah, Muhammad Syaukani menuturkan penilaian dalam survei akreditasi itu ada 16 bab penilaian.
“Sesuai (Standar Akreditasi RS Kemenkes) STARKES ( standar akreditasi RS Kemenkes) 2022 terdiri dari 16 POKJA, 226 Standar dan 789 Elemen Penilaian (EP),” kata Syaukani.
Dalam semua penilaian itu lanjutnya, sudah dipersiapkan pihaknya selama tahun ini dan berusaha dipenuhi.
“Alhamdulillah dari survei dokumen dan lapangan yang dipaparkan oleh surveyor yang hasilnya bagus dan memenuhi standar. Jadi kami optimis, tahun ini bisa meningkat ke paripurna setelah sebelumnya tiga tahun lalu akreditasi madya,” paparnya.
Target akreditas itu lanjutnya, memang meloncat dari madya ke paripurna. Namun pihaknya sangat optimis harapan itu bisa diraih dalam akreditas kali ini.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






