Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 9 Jan 2023 14:44 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pembiakan Maggot Jadi Upaya DLH Banjarmasin Kurangi Volume Sampah Organik


 Pembiakan Maggot Jadi Upaya DLH Banjarmasin Kurangi Volume Sampah Organik Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pembiakan maggot menjadi salah satu solusi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin dalam mengatasi persoalan sampah organik yang dihasilkan.

 

Mengingat volume sampah di kota berjuluk Seribu Sungai itu terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, sehingga perlu solusi untuk menguranginya.

 

“Jadi kita manfaatkan sampah organik untuk pagan  maggot yang mana akan lebih kita gencarkan di tahun ini,” ucap Kepala DLH Alive Yoesfah Love baru-baru ini.

 

Tak dipungkiri Alive, dalam sehari saja produksi sampah di Kota Banjarmasin bisa mencapai 700 ton , dan 65 persennya merupakan sampah organik.

 

Tentunya melalui program pembiakan maggot sebagai pagan ikan itu, diharapkan bisa mengurangi volume sampah organik dengan target 1 ton setiap harinya.

 

“Program ini sudah berjalan, sedang kita lakukan pada TPS Pasar Antasari dan Pasar Hanyar,” kata Alive.

 

Meski program ini belum diluncurkan secara resmi, pihaknya optimis. Bank sampah organik itu dapat berjalan optimal.

 

“Masih dalam penjajakan. Jika sudah berhasil nanti, baru kita launching,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin, Marzuki menjelaskan berdasarkan 2 ton sampah sisa makanan yang diproduksi bisa menghasilkan 1 ton bubur untuk pangan maggot.

 

“Jadi lumayan untuk mengurangi sampah organik,” tuturnya.

 

Menurutnya solusi mengurangi sampah melalui pembiakan maggot cukup efektif. Di samping, hal tersebut juga dapat menghasilkan keuntungan dari penjualan maggot sebagai pangan ikan.

 

Apalagi ia membeberkan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Banjarmasin untuk pemasarannya.

 

“Berdasarkan informasi mereka, sekitar 2.500 kilogram permintaan setiap bulanya,” bebernya.

 

Sementara itu, pihaknya juga terus mengoptimalkan pengurangan sampah non organik dengan lakukan duar ulang beberapa jenis sampah yang memiliki nilai jual usai di daur ulang.

 

“Itu terus kita upayakan,” pungkasnya.

 

 

Hamdiah

Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin