terasbanua.my.id, Banjarmasin – Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di sepanjang Sungai Veteran terus berjalan.
Diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mendapat dana bantuan dari Bank Dunia melalui Kementrian PUPR sekitar Rp. 1 triliun.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pembangunan fisik dari program itu sudah mulai dilakukan tahun ini.
Dimana sebelumnya, Pemko Banjarmasin telah melakukan pembebasan lahan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Dikucurkan anggaran tahun ini sekitar Rp. 200 miliar untuk siring, turap, dan penguatan tebing dari dana pusat,” ungkap Ibnu usai membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Banjarmasin 2025 di Ballroom Rattan In Hotel Banjarmasin, Rabu (13/3/2024).
Secara bertahap lanjut Ibnu, dana akan digelontorkan untuk program ketahanan kota terhadap banjir melalui normalisasi sungai itu selama pembangunan berjalan hingga 2027 mendatang.
Sungai yang akan ditangani dalam program NUFReP itu mulai dari Sungai Veteran, Sungai Guring dan Sungai Ahmad Yani.
“Sungai itu kan tidak hanya sendiri karena dia saling berhubungan hingga harus dituntaskan di hulunya karena limpasan air dari Sungai Lulut ke Veteran itu ada aliran air dari Sungai Ahmad Yani dan Sungai Guring. Jadi dilihat dari kawasan bukan spot-spot tertentu saja” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






