terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kasus dugaan pencabulan oknum pembina pramuka di salah satu SMP di Kota Banjarmasin, baru-baru tadi tak luput dari perhatian serius Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.
Menurut Ibnu, kasus pencabulan itu sudah mulai ditangani Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin melalui tim satgasnya.
Dalam hal ini lanjut Ibnu, pihaknya akan memperdalam kasus pencabulan. Mengingat pelaku juga merupakan seorang guru atau tenaga pendidik yang sudah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Nanti kami coba per dalam kasus ini dan mudah-mudahan ini bisa tertangani,” ucap Ibnu.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin melalui Unit Pelaksana Tehnis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) melakukan asesmen psikologi terhadap sejumlah anak korban pencabulan anak di bawah umur.
Korban yang sudah melaporkan yakni A (13), H (14) dan MF (13) yang merupakan siswa SMPN 19 Banjarmasin. Sedangkan pelaku telah diamankan Polresta Banjarmasin sejak Rabu (5/2/2024).
“Kami memberikan pendampingan korban saat pemeriksaan di kepolisian dan melakukan terapi psikolog untuk mengatasi trauma agar tidak berkelanjutan,” ungkap Kepala UPTD DP3A Banjarmasin, Susan, Rabu (12/2/2025).
Terapi yang dilakukan bertujuan untuk mengembalikan lagi kepercayaan diri korban hingga bisa kembali lingkungannya.
“Terhadap korban terapi psikologis dan rohani dapat membantu korban mengurangi trauma,” imbuhnya.
Tentunya dalam menjalani masa terapi ini, peran keluarga, sahabat dan orang-orang yang berada di sekitar lingkungan korban juga sangat penting agar korban bisa melewati masa trauma.
Diketahui sebelumnya, aksi pencabulan di lingkungan sekolah ini terjadi saat kegiatan Perkemahan Pramuka Sabtu – Minggu ( Persami) di halaman sekolah, pada Sabtu (14/12/2024) lalu.
Mengingat korban merupakan peserta didik pelaku, tentunya menurut saja ketika diajak ke dalam ruang kelas.
Oknum guru itupun diduga melakukan pencabulan satu persatu, mulai dari N dan A. Esoknya pelaku mengajak korban A mandi bersama dan dikamar mandi A dicabuli kedua kalinya.
Atas kejadian itu, salah satu korban menceritakan kepada keluarganya hingga akhirnya tantenya langsung melaporkan oknum guru tersebut ke pihak kepolisian.
Hingga saat ini kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap pelaku yang sebelumnya sudah diamankan.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






