terasbanua.my.id, Banjarmasin – Guna memastikan pangan beredar bebas dari bahan berbahaya dan mengantisipasinya. Uji coba melalui tes kit dilakukan pada empat kelurahan di Kota Banjarmasin.
Tes kit sendiri merupakan alat uji cepat kualitatif keamanan pangan dan mendeteksi kandungan kandungan Pengawet Formalin / Formaldehyde (H2CO) / Formaldehida secara akurat yang terdapat di dalam bahan makanan dan minuman.
“Jadi kita piloting di empat kelurahan yang mana lurah diberi alat tes kit untuk tes cepat pangan di wilayahnya,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Selasa (5/3/2024).
Di samping itu, Ibnu menitipkan tes kit itu bisa dilakukan di sekolah-sekolah agar memperhatikan makanan dan minuman yang dijual di kantin atau warung lingkungannya.
Termasuk lanjutnya, paman-paman gerobakan yang biasanya berjualan di luar halaman sekolah tidak luput dari tes kit tersebut.
“Harus dicek juga. Jangan sampai karena di luar lingkungan sekolah jadi di luar pengawasan kita,” ujar Ibnu.
Menurut Ibnu perlu dipastikan makanan atau minuman yang dijajakan di sekitar siswa terjamin aman dari bahan berbahaya.
Jika dalam tes kit itu ditemukan bahan berbahaya dari makanan atau minuman yang dijual. Maka penjual nantinya akan diberi teguran dan edukasi.
“Kita tidak ingin mencari salah orang dan memenjarakannya. Jadi apabila ditemukan dipanggil dan diedukasi kepada penjual agar tidak menggunakan bahan berbahaya untuk jualannya,” jelas Ibnu.
Tentunya lanjut Ibnu, hal itu perlu dilakukan sebagai upaya menyelamatkan generasi penerus dari penyakit yang ditimbulkan dari bahan berbahaya yang dikonsumsi dalam jangka panjang.
“Jangan sampai 5 sampai 10 tahun yang akan datang. Akumulasi dalam tubuhnya menimbulkan berbagai penyakit yang tidak dikehendaki,” tuturnya.
Di sisi lain, berdasarkan laporan BPOM Kota Banjarmasin, saat ini sudah sangat sedikit ditemukan bahan berbahaya seperti formalin di pangan yang beredar di Kota Seribu Sungai.
“Di tahun ini saja baru dua ditemukan bahan berbahaya seperti formalin yaitu cumi kering dan ikan teri Medan. Namun untuk memastikan dilakukan piloting di empat kelurahan dulu,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






