Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 5 Mar 2024 19:23 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pastikan Pangan Beredar Bebas Bahan Berbahaya, Tes Kit Dilakukan di Empat Kelurahan Banjarmasin


 Pastikan Pangan Beredar Bebas Bahan Berbahaya, Tes Kit Dilakukan di Empat Kelurahan Banjarmasin Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Guna memastikan pangan beredar bebas dari bahan berbahaya dan mengantisipasinya. Uji coba melalui tes kit dilakukan pada empat kelurahan di Kota Banjarmasin.

Tes kit sendiri merupakan alat uji cepat kualitatif keamanan pangan dan mendeteksi kandungan kandungan Pengawet Formalin / Formaldehyde (H2CO) / Formaldehida secara akurat yang terdapat di dalam bahan makanan dan minuman.

“Jadi kita piloting di empat kelurahan yang mana lurah diberi alat tes kit untuk tes cepat pangan di wilayahnya,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Selasa (5/3/2024).

Di samping itu, Ibnu menitipkan tes kit itu bisa dilakukan di sekolah-sekolah agar memperhatikan makanan dan minuman yang dijual di kantin atau warung lingkungannya.

Termasuk lanjutnya, paman-paman gerobakan yang biasanya berjualan di luar halaman sekolah tidak luput dari tes kit tersebut.

“Harus dicek juga. Jangan sampai karena di luar lingkungan sekolah jadi di luar pengawasan kita,” ujar Ibnu.

Menurut Ibnu perlu dipastikan makanan atau minuman yang dijajakan di sekitar siswa terjamin aman dari bahan berbahaya.

Jika dalam tes kit itu ditemukan bahan berbahaya dari makanan atau minuman yang dijual. Maka penjual nantinya akan diberi teguran dan edukasi.

“Kita tidak ingin mencari salah orang dan memenjarakannya. Jadi apabila ditemukan dipanggil dan diedukasi kepada penjual agar tidak menggunakan bahan berbahaya untuk jualannya,” jelas Ibnu.

Tentunya lanjut Ibnu, hal itu perlu dilakukan sebagai upaya menyelamatkan generasi penerus dari penyakit yang ditimbulkan dari bahan berbahaya yang dikonsumsi dalam jangka panjang.

“Jangan sampai 5 sampai 10 tahun yang akan datang. Akumulasi dalam tubuhnya menimbulkan berbagai penyakit yang tidak dikehendaki,” tuturnya.

Di sisi lain, berdasarkan laporan BPOM Kota Banjarmasin, saat ini sudah sangat sedikit ditemukan bahan berbahaya seperti formalin di pangan yang beredar di Kota Seribu Sungai.

“Di tahun ini saja baru dua ditemukan bahan berbahaya seperti formalin yaitu cumi kering dan ikan teri Medan. Namun untuk memastikan dilakukan piloting di empat kelurahan dulu,” akhirnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Demokrat Kalsel Kirim Puluhan Utusan ke Puncak HUT ke-25 di GBK, Rully Rozano: Pesan AHY Jadi Energi Kader

10 September 2026 - 15:07 WITA

Pemko Banjarmasin Menggelar Salat Minta Hujan

31 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Perda Nomor 3 Tahun 2026 disahkan, Pemko Banjarmasin Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pembangunan

25 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Atasi Dangkalnya Sungai Baru, Pemko Banjarmasin Geber Normalisasi di Musim Kemarau

25 Agustus 2026 - 12:23 WITA

Badminton Demokrat Kalsel Cup 2026 Semarakkan HUT ke-25 Partai Demokrat

22 Agustus 2026 - 22:31 WITA

Bintang Orado Semarakkan HUT Demokrat ke-25, Demokrat Kalsel Tekankan Kebersamaan

22 Agustus 2026 - 13:07 WITA

Trending di Banjarmasin