Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 5 Okt 2024 16:35 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Panen Raya Dengan Metode Baru, Ibnu Sina Harap Dapat Tekan Inflasi dan Sejahterakan Petani


 Panen Raya Dengan Metode Baru, Ibnu Sina Harap Dapat Tekan Inflasi dan Sejahterakan Petani Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dalam upaya nyata menekan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan petani, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melaksanakan panen raya di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Sabtu (05/10/2024).

Pasca gowes, kegiatan dipimpin langsung oleh Wali Kota Ibnu Sina dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Yuliansyah Effendi.

Wali Kota Ibnu Sina menegaskan bahwa panen raya ini bukan hanya soal hasil bertani, melainkan bagian dari strategi pemerintah kota untuk menstabilkan harga pangan.

“Inflasi yang terkendali akan memberi dampak positif tidak hanya kepada konsumen, tapi juga bagi petani. Panen padi ini jadi salah satu cara kami menjaga keseimbangan itu,” ujarnya.

Panen kali ini memanen varietas padi lokal yang dikenal dengan nama Siam Mayang, salah satu jenis padi yang banyak diminati oleh warga Banjarmasin.

Yuliansyah Effendi, Kepala DKP3 Banjarmasin, menjelaskan bahwa hasil panen mencapai 5,5 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP).

“Ini merupakan pencapaian yang cukup baik. Kami berharap produksi seperti ini bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.

Langkah pengendalian inflasi ini tidak berhenti hanya pada panen. Pemko Banjarmasin juga telah mengambil tindakan proaktif dengan memulai penanaman padi IP 2.

IP 2 atau Indeks Pertanaman 2 adalah sistem yang memungkinkan petani menanam dua kali dalam setahun. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani di tengah fluktuasi harga pangan.

Metode yang diterapkan dalam penanaman IP 2 adalah sistem jajar legowo 2:1, yang terbukti lebih efisien. Jarak tanam antar baris diatur sedemikian rupa untuk memaksimalkan sinar matahari dan sirkulasi udara, sehingga tanaman bisa tumbuh lebih optimal.

“Kami akan terus memberikan edukasi kepada para petani agar mereka mau mencoba metode ini. Jika mereka berhasil menanam dua kali setahun, otomatis produksi dan pendapatan mereka akan naik,” tambah Yuliansyah.

Dengan berbagai upaya ini, Pemko Banjarmasin berkomitmen untuk tidak hanya menjaga kestabilan harga pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami yakin, bila produksi terus meningkat dan inflasi terkendali, kesejahteraan masyarakat Banjarmasin juga akan terangkat. Semua ini hanya bisa terwujud dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan petani,” tutup Ibnu Sina.

Kegiatan panen raya ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ketahanan pangan yang lebih kuat di Banjarmasin, sekaligus memberikan solusi nyata untuk mengatasi inflasi yang berdampak langsung pada perekonomian lokal.

diskominfotik/Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya

Pemko Banjarmasin Bersama PKK, GOW dan DWP Peringati Hari Kartini 2026

22 April 2026 - 19:10 WITA

TMMD ke-128 di Banjarmasin Resmi Dimulai, Fokus Percepatan Pembangunan dan Penguatan Sosial

22 April 2026 - 19:02 WITA

Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Terus Dipercantik, Wahana Rekreasi Air Digarap

20 April 2026 - 18:55 WITA

Lantik Dewan Pengawas Perumda Pasar, Ini Pesan Wali Kota Banjarmasin

20 April 2026 - 18:50 WITA

Pimpin Rakor Kepegawaian, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Sanksi Tegas Bila Ada Pelanggaran

17 April 2026 - 18:42 WITA

Rotasi ASN di Lingkup Pemko Banjarmasin, Wali Kota : Tinggalkan Pola Lama, Birokrasi Harus Melayani

16 April 2026 - 18:35 WITA

Trending di Banjarmasin