terasbanua.my.id, Banjarmasin – Keberadaan pagar di sekitar kawasan Pasar Terapung Siring Tendean, dikeluhkan para pengunjung.
Bukan tanpa alasan, beberapa pengunjung menilai keberadaan pagar di kawasan itu membuat mereka harus berjalan lebih jauh dan memutar hingga sampai menuju ke lokasi.
“Biasanya parkir depan langsung masuk. Nah sekarang ada pagar ya kita mutar dulu cari pintu biar bisa masuk,” ucap Murziah (50) salah satu pengunjung saat diajak berbincang-bincang oleh terasbanua.my.id, Minggu (6/11/2022).
Tak dipungkirinya, adanya pagar di kawasan objek wisata ikonik di Kota Banjarmasin itu membuat jadi tertata dan lebih tertip dilihat.
Kendati demikian, sarannya alangkah baiknya apabila di depan Dermaga Pasar Terapung itu ada pintu masuk. Sehingga pengunjung tidak perlu jauh jalan kaki memutar.
“Bagus saja cuman cari pintu masuk kejauhan kasihan pengunjung yang sudah tua seperti saya. Ya kalau bisa ada pintu dekat-dekat sini,” harapnya.
Hal senada juga diungkapkan pengunjung lainnya. Nurhayati (50) mengatakan adanya pagar pembatas di kawasan Pasar Terapung itu bikin orang berpikir dua kali untuk berkunjung.
“Kita merasa tidak terbiasa saja ada pagar itu yang bikin kita muter jalan kesini. Tapi kalau bisa ada pintu masuk dekat Pasar Terapung biar kalau mau masuk kesini tidak perlu mutar,” katanya.
Sementara itu, salah satu acil Jukung di Pasar Terapung, Salamah (56) mengaku adanya pagar pembatas itu berdampak pada sepinya pengunjung dan penjualannya mengalami penurunan. Meskipun baru dibuka kurang lebih satu bulan lalu.
“Beda dulu ramai sekarang sepi karena jauh kan mereka harus mutar dulu baru bisa masuk kesini. ungkapnya.
“Bisa dilihat langsungkan memang sepi pengunjungnya sedikit. Kalau dulu dermaga ini sampai penuh di isi pengunjung yang ingin berbelanja,” sambungnya.
Dirinya juga mengaku telah kehilangan beberapa pelanggan setianya, semenjak pemasangan pagar pembatas itu.

“Setelah buka sempat beberapa kali pelanggan saya penjual es jeruk peras beli jeruk ke saya lagi. Tapi setelah mengeluh jauh dan barang bawaannya banyak. Jadi sekarang beli di tempat lain dia,” terangnya.
Sama seperti diharapkan para pengunjung, ia juga berharap akan ada pintu-pintu masuk di dekat kawasan Pasar Terapung. Agar para pengunjung tidak perlu jalan kaki cukup jauh untuk menuju lokasi yang mana pagar pembatas terbentang hingga di Rumah Anno. Sehingga orang ingin masuk ke Pasar Terapung harus jalan kaki ke Rumah Anno dulu.
“Ya kalau bisa dibikin pintu dekat sini biar orang mudah kesini dan sini kembali ramai lagi,” harapnya.
Diketahui sebelumnya, pemasangan pagar di kawasan Pasar Terapung sendiri bertujuan untuk meminimalisir terjadi kerumunan massa dan PKL di kawasan itu setelah kembali beroperasional.
Tak tanggung-tanggung, untuk dana pengadaan pagar pembatas dengan panjang mencapai 300 meter itu telah menelan biaya Rp. 180 juta.
Namun sayangnya di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang membaik saat ini, pemasangan pagar pembatas itu dinilai berdampak pada minat pengunjung yang berkurang karena harus memutar jalan kaki agak lumayan jauh untuk bisa ke Pasar Terapung.
Hamdiah






