Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 5 Agu 2024 20:14 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Operasional Rumah Maggot Diperkirakan Mulai Berjalan September Mendatang


 Operasional Rumah Maggot Diperkirakan Mulai Berjalan September Mendatang Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Operasional rumah budidaya maggot di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih di Jalan Soebardjo, Kelurahan Banjarmasin Selatan , diperkirakan paling lambat akan mulai berjalan September 2024 mendatang.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love usulan rumah maggot melalui anggaran perubahan tahun ini.

“Rencana di tanggal 15 Agustus sebelum September perubahan sudah disetujui karena kalau terlambat ke dewan harus kelengkapan baru dan kelengkapan itu perlu waktu lagi,” ucap Alive saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/8/2024).

Tak dipungkiri Alive, sebelumnya ada rencana pengoperasionalan rumah maggot menggunakan dana CSR.

Namun percobaan itu, nampaknya kurang maksimal karena dana bantuan CSR hanya bisa dilakukan sekali operasional saja.

“Ada kemarin dari bank daerah bantu sekitar Rp. 10 juta, tapi hanya bisa sekali jalan saja tidak bisa berkelanjutan. Makanya kita tahan dulu menunggu anggaran,” jelasnya.

Sementara jika benar-benar beroperasional dan memproduksi lava lalat itu hingga berhasil dipasarkan. Tentunya ada pemasukan untuk biaya operasional berkelanjutan.

Terlebih potensi budidaya maggot menurutnya cukup menjanjikan karena maggot bisa menjadi pangan burung, umpan mancing, bahkan bisa jadi bahan baku kosmetik.

“Sebelum kita produksi pun ada salah satu calon pembeli itu minta 1 hingga 2 ton dalam sebulan. Tentunya dengan ini ada peluang kita,” tuturnya.

Budidaya maggot sendiri seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya untuk mengatasi persoalan sampah organik di Kota Banjarmasin.

Mengingat produksi sampah organik mencapai 52 persen dari jumlah keseluruhan sampah berbagai jenis yang diproduksi setiap harinya.

“500 sampai 600 ton sampah, separo saja bisa kita kelola dan atasi itu lumayan mengurangi,” ujarnya.

Rencananya jika sudah berjalan, kebutuhan untuk makan ulat maggot ini tidak hanya menyasar sisa sampah sayur busuk di pasar-pasar saja. Tapi juga termasuk sampah organik yang dihasilkan dari hotel, restoran, rumah makan dan lainnya.

“Maggot ini rakus sekali, 1 gram telur maggot itu mampu habiskan hingga 4 ton sampah. Jadi kita optimalkan produksi sampah organik yang ada,” akhirnya.

Untuk penganggaran operasional rumah maggot yang sudah dibangun sejak tahun 2022 itu sekitar Rp. 160 juta.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin