terasbanua.co.id, Banjarmasin – Lama tak ada kabar semenjak diresmikan pada awal tahun 2023 lalu. Kini ada kepastian Museum Kayuh Baimbai bakal beroperasional dan dibuka untuk umum dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Puryani mengatakan secepatnya akan beroperasional.
“Insya Allah bulan depan sudah bisa dibuka,” ucap Puryani kepada awak media, Rabu (10/1/2024).
Untuk saat ini, pihaknya tengah mengisi berbagai koleksi barang pusaka yang akan disimpan di museum yang berlokasi di Jalan Teluk Kelayan, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu.
“Dari rencana 400 koleksi yang baru masuk hanya 100 koleksi saja,” imbuh Puryani.
Koleksi yang belum masuk itu lanjut Puryani, berupa arsip digital berdirinya Kota Banjarmasin dan beberapa item yang belum dilengkapi.
Selain itu, pihaknya juga menawarkan kepada masyarakat yang ingin menyimpan atau menghibahkan barang bersejarah milik mereka untuk disimpan di museum.
Sembari pengisian koleksi, pihaknya juga terus melakukan pembenahan sebelum benar-benar difungsikan.
“Seperti parkir itu kita mintakan ke dinas terkait untuk segera diatur,” ujarnya.
Kepada masyarakat yang ingin berkunjung lanjutnya, tidak dipungut biaya karena gratis untuk di museum milik Pemko Banjarmasin tersebut.
“Saat ini kita proses untuk mendaftarkan di pusat agar terdata. Kita lengkapi administrasinya seperti kepala museum dan lainnya. Tapi ini kita tunggu proses SK,” akhirnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menambahkan untuk mengisi jabatan Kepala Museum dengan memanfaatkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Disbudporapar Kota Banjarmasin.
“Insya Allah segera kita sahkan sehingga bisa meregister museum itu ke museum nasional dan tercatat menjadi bagian museum nasional dengan spesifikasi sejarah kota,” tutur Ibnu.
Lebih jauh Ibnu mengungkapkan unsur Museum Kayuh Baimbai lebih pada tematik karena memuat sejarah perjalanan berdirinya Kota Banjarmasin dan perkembangannya.
“Memang museum ini semacam galeri kota kita perlukan untuk melihat perkembangan Banjarmasin. Nanti dilengkapi dengan foto jika tidak ada foto menggambarkan dulu maka kita lukis,” paparnya.
Untuk arsip-arsip digital yang dikerjasamakan dengan museum nasional maupun museum luar negeri akan ditindaklanjuti dan dikomunikasikan.
“Paling tidak museum nasional dulu, baru kemudian ke museum di luar negeri seperti Belanda,” kata Ibnu.
Mengingat banyak benda-benda bersejarah milik Pemko Banjarmasin yang selama ini tersimpan di Museum Belanda. Contohnya seperti Berlian Sultan Adam dan Kris Pangeran Diponegoro.
“Itu perlu perjuangan dan perlu waktu bertahun-tahun untuk bisa disimpan di museum Banjarmasin,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






