terasbanua.my.id, Banjarmasin – Rencana pembangunan rumah singgah tempat penampungan atau shelter anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) sedikit terlambat dari perkiraan.
Pasalnya, diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana keterlambatan terjadi di bagian kelengkapan administrasi.
“Tapi sudah memasuki proses lelang di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik),” ucap Dolly kepada awak media, Jumat (19/8/2023).
Dolly memperkirakan jika akhir bulan ini sudah ada pemenang lelang, maka di bulan Juni mendatang pengerjaan sudah bisa dilakukan.
Dengan masa kerja 100 hari kalender lanjutnya, ditargetkan pembangunan shelter baru itu bisa rampung pada September 2023 mendatang.
“Kita harapkan Hari Kota Banjarmasin sudah bisa diresmikan,” katanya.
Bangunan shelter baru nanti terbagi tiga ruangan yang diperuntukan untuk disabilitas terlantar, lanjut usia terlantar dan anak jalanan terlantar.
Selain itu, rencana di tahun 2024 nanti di kawasan shelter dengan anggaran pembangunan sebesar Rp. 3,5 miliar itu akan di bangun poli klinik kesehatan jiwa yang mana sebelumnya sudah diresmikan Wali Kota Banjarmasin pada tahun 2022 lalu.
“Nanti ada area pembinaan warga-warga miskin juga,” ujarnya.
Area shelter lanjutnya, akan di bangun tembok di sekeliling kawasan agar representatif untuk menampung gepeng dan anak jalanan dari hasil razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin.
Mengingat sebelumnya, hasil razia tersebut tergabung dengan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tak jarang merusak fasilitas yang ada saat ditampung sementara untuk kabur.
“Semoga ini bisa mengatasi persoalan selama ini untuk menampung dan memberi pembinaan kepada anjal dan gepeng,” harapnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







