terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sedikitnya ada 10 santri diberangkatkan untuk menerima pendidikan ke Timur Tengah melalui beasiswa.
Santri-santri penerima beasiswa itu dilepaskan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di Aula Kayuh Baimbai, Sabtu (19/8/2023).
“Mereka akan menempuh ilmu di Timur Tengah Kota Tarim, Hadromaut,” ucap Ibnu usai melepaskan para santri penerima beasiswa kepada awak media.
Ibnu mengungkapkan tidak hanya melepas para santri saja, tapi juga melepas rombongan Dauroh Alim Ulama sebanyak 15 orang.
Dimana mereka sama-sama menuntut ilmu di kota yang sama dengan para santri penerima beasiswa tadi.
“Mudah-mudahan bisa menyambung sanad keilmuan dan selalu diberi kesehatan hingga pulang ke Banjarmasin bisa memberikan pengajaran di majelis, pengajian dan lainnya,” katanya Ibnu.
Ibnu menyampaikan terima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin yang selama ini telah menyaring dan menyeleksi para penerima beasiswa.
Mengingat program beasiswa kepada para santri ini sudah berjalan selama tiga tahun dan terhitung sudah ada 38 penerima beasiswa.
“Yang di sana sudah ada 20 orang di tambah 10 orang tahun ini. Kemudian 8 orang ke Mesir,” bebernya.
Beasiswa yang diberikan berasal dari dana hibah Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kepada MUI Kota Banjarmasin yang mengelola untuk pelaksanaan beasiswa.
Ia berpesan kepada para penerima beasiswa untuk pulang kembali ke Kota Banjarmasin dan membagikan ilmu yang didapat dari pendidikan yang ditempuh selama ini.
“Mereka kader-kader alim ulama kita, banyak ulama-ulama yang mendahului kita. Makanya dari mereka melanjutkan sanad keilmuannya,” akhirnya.
Secara terpisah, Ketua MUI Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al-Kaff menuturkan para santri penerima beasiswa sebelumnya wajib mengikuti tahapan seleksi yang dilaksanakan pihaknya.
“Tidak hanya mengenai ilmu keagamaan tapi juga mengenai wawasan dan pengetahuan umum lainnya,” tutur Habib Ali.
Pendaftaran beasiswa ini sendiri lanjut Habib Ali berlangsung selama 20 hari sejak tanggal 1 Juni hingga 20 Juni 2023.
Informasi pendaftaran disebarluaskan melalui surat edaran ke sejumlah pondok pesantren yang ada di Kota Banjarmasin.
Para santri yang menerima beasiswa akan menjalani masa pendidikan selama empat tahun lamanya.
“Dibayar per dua tahun sekali dan dibiayai sampai selesai,” ujarnya.
Total beasiswa untuk satu santrinya sebesar Rp. 70 juta untuk per dua tahun selama menempuh pendidikan.
Untuk pendaftar sendiri cukup banyak setiap tahunnya, namun kuota penerima hanya 10 orang untuk tahun ini.
Untuk itu, ia berharap program beasiswa bisa lebih banyak lagi menerimanya. Melihat dari minat yang cukup tinggi.
“Siapapun pemimpinnya kelak di Kota Banjarmasin, harapannya bisa melanjutkan program ini,” harapnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






