terasbanua.my.id, Banjarmasin – Berdasarkan prediksi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi Agustus 2024 ini.
Meski sudah memasuki puncak kemarau, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin masih belum menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Lahan (Karhutla).
Analis Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Hanafi mengungkapkan masih belum ditetapkannya status karena melihat kondisi saat ini yang memang masih kemarau basah atau terbilang normal.
“Dari tim yang turun ke lapangan melihat tanah masih basah hingga minim potensi kebakaran hutan. Jadi kita lihat perkembangan dulu dan saat ini status belum ditingkatkan,” ucap Hanafi, Jumat (2/8/2024).
Kendati demikian, kesiapan petugas maupun peralatan terus disiagakan hingga jika terjadi sesuatu pihaknya akan langsung bergerak.
Pihaknya dengan para relawan sudah berkoordinasi untuk penanganan di wilayah rawan itu dengan membentuk forum.
“Agar bisa saling bekerja sama antar relawan dan segera melaporkan kepada kita jika ada kejadian,” tuturnya.
Adapun titik yang sangat rawan terjadi karhutla setiap tahunnya hingga perlu diwaspadai yaitu di wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kecamatan Banjarmasin Selatan.
“Wilayah-wilayah itu masih ada lahannya, seperti Sungai Andai itu ada lahan tidur. Kemudian Tanjung Pagar itu lahan pertanian dikhawatirkan setelah panen tejadi kebakaran lahan,” ujarnya.
Namun sejauh ini, sejak memasuki musim kemarau. Di Kota Seribu Sungai sendiri belum pernah terjadi karathula.
“Sampai saat ini belum terjadi kebakaran lahan. Sementara di kabupaten tetangga beritanya sudah ada beberapa kejadian,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






