terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tak sedikit sekolah di Banjarmasin yang masih melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) secara offline.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi sekolah yang melaksanakan secara offline itu dikarenakan sekolah belum siap ASAJ secara online.
“Kemungkinan sekolah belum siap atau sudah terlanjur menganggarkan pelaksanaan ASAJ secara offline,” ucap Nuryadi, Jumat (17/5/2024).
Padahal lanjut Nuryadi, pelaksanaan ASAJ secara online dapat memangkas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan lembar soal.
Tentunya anggaran yang dipangkas untuk pelaksanaan online tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan sekolah yang lain.
“Lumayan karena jika dilaksanakan offline hampir Rp. 300 ribu sampai Rp. 500 ribu. Jika online itu anggaran bisa devisit,” jelasnya.
Sebelumnya, pihaknya sudah merapatkan mengenai pelaksanaan ASAJ online di sekolah yang tersebar lima kecamatan dengan mengundang operator langsung.
Dari lima kecamatan itu lanjutnya, di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan yang masih banyak sekolah belum melaksanakan ASAJ online.
“Berdasarkan dari laporan memang di sana paling banyak karena jumlah sekolah juga banyak disana hampir 77 sekolah SD negeri maupun swasta,” imbuhnya.
Selama ini untuk pengadaan fasilitas penunjang sekolah seperti laptop, menyediakan operator di sekolah sudah dilakukan.
“Ya kami mentoleransi jika masih ada sekolah yang melaksanakan offline. Ya secara bertahap kita benahi ke online. Terpenting pelaksanaan sumatif bisa dilaksanakan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






