terasbanua.my.id, Banjarmasin – Marak kasus penyalahgunaan kecubung hingga ada yang meninggal di Kota Banjarmasin. Namun ternyata tumbuhan itu bagus untuk pengobatan.
Hal itu, disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin saat menanggapi viral nya mabuk kecubung.
“Tapi memang di dalamnya ada kandungan opioid yang bisa menimbulkan halusinasi,” ungkap Ketua Tim Rehabilitasi di BNN Kota Banjarmasin, Eka Fitriana baru-baru tadi.
Meski bisa membuat kecanduan lanjut Eka. Namun tumbuhan kecubung itu belum masuk dalam golongan narkotika.
Disinggung apakah nanti akan dilakukan uji lab kandungan narkotika pada buah kecubung ini, Eka mengaku hal ini tidak bisa dilakukan. Sebab persoalan ini masuk kedalam wilayah Dinas Kesehatan (Dinkes) konteksnya.
“Kami hanya yang masuk dalam golongan narkotika saja, sedangkan kecubung ini belum masuk,” tuturnya.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, kandungan kecubung sendiri bisa dipakai sebagai pengobatan. Salah satunya untuk anti nyeri.
Efek halusinasi yang ditimbulkan lanjutnya, maka banyak kejadian penyalahgunaan kecubung yang membahayakan diri penggunanya seperti menceburkan diri ke sungai hingga menyebabkan kematian.
Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak pernah tertarik atau mau coba-coba mengonsumsi tumbuhan liar tersebut.
“Di samping dapat membuat kecanduan, ini juga sangat berbahaya untuk kesehatan jika berlebihan dan bisa mengganggu syaraf,” akhirnya.
Sementara itu, Dokter di BNN Kota Banjarmasin, Dr Pediya menerangkan dalam kecubung ini sendiri mengandung beberapa senyawa aktif yang memilki efek halusinasi hingga kematian.
Salah satunya seperti mengandung senyawa Atrofi, yang mana ini biasanya ada pada obat jantung dan berguna untuk meningkatkan detak jantung pada penderita lemah nadi atau jantung.
“Kalau ini dikonsumsi pada orang normal, ini bisa membuat detak jantung naik hingga meninggal dunia,” ungkapnya.
“Disamping juga ada senyawa lain yang mengakibatkan halusinasi dan ketergantungan,” tambahnya.
Dirinya pun memberi saran, dari fenomena ramainya penyalahgunaan kecubung ini agar pihak berwenang dapat memberantas sumber peredarannya terlebih dahulu.
“Itu kalau dari saya, jika kita ingin mengobati pasien. Alangkah lebih baik kalau kita menstop dari mana peredaran kecubung ini,” tutupnya.
Hamdiah
Foto.






