terasbanua.co.id, Banjarmasin – Penanggulang bencana banjir di Kota Banjarmasin terus menjadi atensi serius bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin yang menangani banjir memiliki terobosan baru dengan meluncurkan sistem Grasi Istri.
Sistem Grasi Istri sendiri merupakan sebuah sistem layanan publik yang sedang dikembangkan sebagai sarana informasi yang mampu memberikan peringatan dini bencana banjir di Kota Seribu Sungai.
“Sistem ini mengacu pada banjir yang akan terjadi di tahun 2023 ini,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Sungai, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony, Selasa (12/12/2023).
Hadirnya sistem itu lanjutnya, diharapkan ke depannya mampu memberikan akses informasi kepada masyarakat lewat suara, situs web dan pesan singkat.
“Intinya aksi perubahan ini langkah awal dalam membangun sistem informasi peringatan dini banjir,” kata Thony sapaan akrabnya.
Thony menyampaikan itu bekerja dengan menggunakan data yang diintegrasikan antara data stasiun telemetri model banjir dan aktualisasi banjir di lapangan.
Selain itu sistem tersebut bekerja dengan memadukan sensor tinggi muka pada stasiun telemetri dengan dampak tinggi muka air di kawasan kota seribu sungai.
“Ketika ketinggian muka air telah mencapai ketinggian batas tertentu,” imbuhnya.
Sensor selanjutnya akan membaca dan hasilnya akan ditampilkan di web yang dapat diakses di berbagai device (laptop, smartphone, maupun kedepan ada papan running teks yg dipasang di sudut² kota.
Dimana kota memiliki 3 stasiun telemetri, yakni stasiun pengukuran tinggi muka air pasang dan surut sungai dan pengukuran curah hujan.
Tiga stasiun itu masing-masing ada di bagian hulu atau di daerah sungai gampa, di bagian tengah kota ada di samping menara pandang dan di bagian hilir kota bjm atau di Sungai Barito Kelurahan Mantuil.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






