terasbanua.my.id, Banjarmasin – Ada alasan yang membuat material bambu dipilih menjadi bahan yang paling banyak digunakan dalam pembenahan kawasan Kampung Ketupat yang berlokasi di Jalan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Arsitek PT Juru Supervisi Indonesia, Nugroho menjelaskan konsep dasar penataan Kampung Ketupat sendiri untuk menyemangati lingkungan dalam rangka mengatasi perubahan iklim saat ini.
“Karena memang saat ini isu perubahan iklim luar biasa. Bahkan ini sudah jadi isu dunia dan ini jadi perhatian serius kita,” ucap Nugroho saat di konfirmasi terasbanua.my.id melalui sambungan telpon, Selasa (15/11/2022) sore.
Menurutnya, karena fungsi Kampung Ketupat ini menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Maka tak heran, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama pihak ketiga darinya sepakat untuk mengambil konsep bangunan ramah lingkungan dengan nuasana yang lebih alami menggunakan material bambu yang berkualitas.
Di samping itu, ia mengaku material bambu ini memang sengaja lebih ditonjolkan pada penataan ikon wisata baru di Kota Banjarmasin baru untuk menunjukan sebuah kesederhanaan di era zaman sekarang ini. Namun masih terselip kesan modern dan elegan tentunya.
“Artinya di dalam karya ini saya sebagai arsitek ingin menunjukan bahwa untuk menyelamatkan perubahan iklim itu bisa dengan kesederhanaan yang memang diperlukan,” terangnya.
Di sisi lain, untuk perawatannya sendiri menurutnya tidak sulit, malahan sangat simple sekali. Agar material tetap awet, material bambu cukup di siram dengan cairan boraks sebagai pengawet bambu secara berkala. Selain itu, setiap tahun dikasih poting untuk perawatannya.
“Insya Allah awet saja,” ujarnya.

Sementara itu, ia mengaku untuk progres penataan di kawasan bantaran sungai yang telah menelan biaya Rp. 6 Miliyar itu sudah di tahap 90 persen yang mana saat ini tinggal finishing pada beberapa fasilitas yang tersedia di kawasan itu.
“Rencananya di bulan Desember nanti sudah rampung,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, dalam penataan Kampung Ketupat itu rencananya ada pembangunan beberapa fasilitas umum untuk dimanfaatkan masyarakat nantinya.
Diantaranya, ada wahana bermain anak-anak, panggung pertunjukan terbuka, serta ada tempat untuk memperdayakan para Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) khususnya pejual ketupat. Mengingat kawasan itu sudah sangat terkenal dengan banyaknya warga yang berjualan ketupat.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






