terasbanua.my.id, Banjarmasin – Fenomena pasangnya air laut hingga menyebabkan banjir di beberapa kawasan di Kota Banjarmasin sudah biasa terjadi setiap tahunnya.
Karena kondisi tersebut, Kota Banjarmasin menjadi salah satu kota di Indonesia yang mendapat program ketahanan banjir perkotaan dari pemerintah pusat.
“Ini akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III,” ungkap Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudamardiyah kepada terasbanua.my.id, Rabu (11/1/2023).
Dalam program itu lanjut Suri, salah satu kegiatannya adalah membuat perkuatan pada sejumlah tebing anak sungai yang ada di Kota Banjarmasin.
Diantaranya Sungai Veteran, Sungai Pekapuran, Sungai Kelayan dan Sungai Japri Zam-zam yang mana telah ditentukan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sebelumnya.
Tidak hanya itu, penanganan banjir lainnya ialah dengan melakukan normalisasi sungai serta apabila air pasang hingga menggenangi jalan. Maka akan dilakukan upaya pompa air di anak-anak sungai tersebut.
“Ini berdasarkan master plan drainase Kota Banjarmasin sejak 2017 dan didetailkan kembali oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Jadi DED pengendalian banjir di Kota Banjarmasin,” tuturnya.
Mengingat pengerjaan pada fisik di kegiatan itu baru dimulai di tahun 2023 ini oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Pemko Banjarmasin pun menyiapkan lahan untuk kegiatan itu.
“Tentunya ini perlu partisipasi seluruh masyarakat, ya paling tidak kegiatan ini nantinya bisa mengurangi durasi genangan banjir yang terjadi,” katanya.
Selain itu, ia ingin kepekaan masyarakat terhadap lingkungan sungai maupun keberadaan drainase yang ada di sekitarnya seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga menyumbat saluran air dan kapan perlu dilakukan pengurasan ataupun tindakan lainnya yang perlu dilakukan.
“Jadi jangan hanya membebankan ke pemerintah saja tapi dari masyarakat juga harus memiliki tanggung jawab itu,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






