terasbanua.my.id, Banjarmasin – Mulai bulan November ini, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan lebih gencar mendorong penggunaan vaksin IndoVac dan InaVac yang merupakan produksi dalam negeri.
Terlebih, izin pengunaan vaksin InaVac produksi PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia itu rencananya baru diluncurkan pada minggu-minggu ini yakni 12 November.
Mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengatakan masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) untuk pelaksanaanya.
“Masih tunggu Juknis untuk detailnya seperti apa,” ucap Ramadhan kepada terasbanua.my.id, Rabu (9/11/2022).
Namun sebelumnya, diakuinya dua minggu lalu Kemenkes RI sudah mensosialisasikan terkait rencana penggunaan dua jenis vaksin baru itu untuk masyarakat umum.
Mengingat belum adanya Juknis untuk pelaksanaan vaksinasi menggunakan dua jenis vaksin produksi Indonesia itu. Pihaknya pun belum bisa memberikan penjelasan secara rinci.
“Untuk dosisnya berapa, apakah hanya diberikan untuk booster saja, itu masih menunggu Juknis dulu,” imbuhnya.
Kalaupun nanti sudah ada Juknis pelaksanaannya, pihaknya akan langsung sosialisasikan di tengah masyarakat serta akan menambah ketersediaan vaksin yang ada di Kota Banjarmasin.
“Kalau sudah ada ya kita siap distribusikan,” ujarnya.
Di sisi lain, walaupun keberadaan vaksin IndoVac dan InaVac terbilang sangat baru. Namun ia berharap masyarakat tetap bersedia menggunakannya untuk penguatan daya tahan tubuh karena sebelumnya sudah dilakukan uji klinis.
“Ya harapannya tetap kepada masyarakat, apapun jenis vaksin ya harus diterima karena pasti sudah di uji klinis semua dan baik untuk daya tahan tubuh,” pungkasnya.
Hamdiah






