terasbanua.my.id, Banjarmasin – Terhitung ada sekitar 200 pemulung yang mencari penghidupan di kawasan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Basirih yang terletak di Jalan Gubernur Soebardjo, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan para pemulung itu sudah biasa memilah sampah bernilai untuk dijual pada pengepul sampah yang ada di kawasan tersebut.
“Mereka yang ada di TPA itu sudah terdata di kita,” ucap Alive usai meninjau TPA Basirih, Jumat (6/1/2023).
Menurut Alive peran pemulung TPA Basirih cukup membantu pihaknya dalam memilah-milah jenis sampah yang dihasilkan setiap harinya.
“Setiap hari hasil sampah yang mereka jual ke pengepul kita catat dan itu cukup membantu dalam pemilahan sampah,” tutur Alive.
Dimana lanjutnya, sampah yang sudah dijual pada pengepul itu akan dijual lagi kepada Bank Sampah milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk didaur ulang kembali.
Sementara itu, Halidah mengaku sejak subuh dirinya sudah mulai mencari-cari sampah yang bisa dijual pada pengepul bersama kawan-kawannya yang berprofesi sama.
“Dari subuh sampai jam 2 saya sudah mulai mulung saya,” kata Halidah kepada terasbanua.my.id di sela-sela ia memilah sampah, Jumat (6/1/2023).
Dari hasil memulung itu, ia mengaku penghasilannya dalam sehari lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam sehari-hari.
Jika banyak sampah yang terkumpul dan dijual. Ia bisa memperoleh sampai 70 kilogram sampah. Jika di rupiahkan 70 kilogram itu bisa menghasilkan Rp. 90 ribu.
“Kalau sedikit paling sampai 30 kilogram saja karena tidak semua sampah yang dikumpulkan itu bisa dijual pada pengepul,” terangnya.
Jenis sampah yang memiliki nilai jual itu sendiri diantaranya sampah plastik seperti botol-botol bekas kemasan minuman dan karung.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






