terasbanua.my.id, Banjarmasin – Rencana pelaksanaan kegiatan Baiman Street Food Festival (B-Safe) di bulan September 2024 mendatang, menuai penolakan dari sebagian besar pedagang Pasar Sudimampir.
Menurut para pedagang kegiatan B-Safe nantinya dinilai akan menganggu aktivitas mereka berdagang. Terlebih saat aktivitas bongkar muat yang tidak bisa diprediksi.
Adanya penolakan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengupayakan mencarikan jalan tengah agar rangkaian dari Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin tetap terlaksananya.
“Lusa kita akan melakukan sosialisasi lagi bersama pedagang yang mana sebelumnya sudah kita laksanakan dua kali,” ungkap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina usai Rapat Koordinasi Forkopimda Kota Banjarmasin di Hotel Aria Barito, Senin (26/7/2024).
Lebih jauh Ibnu menjelaskan, dari sosialisasi yang telah dilakukan, berbagai aspirasi pedagang telah diterima.
Dari aspirasi itu pihaknya berusaha menyesuaikan pelaksanaan B-Safe dengan kondisi para pedagang agar tidak merasa terganggu.
“Dari yang lebih di sore kan pelaksanaanya. Kemudian kita perhatikan untuk limbahnya dan lainnya sudah diatur,” tuturnya.
Namun menurutnya, pelaksanaan B-Safe tidak menganggu seperti yang dibayangkan para pedagang.
Mengingat kegiatan dilaksanakan saat malam hari. Kemudian para peserta yang berjualan di kegiatan B-Safe akan menggunakan food truck dan stand yang bisa dibongkar pasang.
“Posisinya juga tidak akan menutup aktivitas bongkar muat pedagang,” tekannya.
Menurutnya, jika kawasan itu hidup tentunya dapat menghidupkan geliat ekonomi dan akan berdampak kepada para pelaku UMKM.
“Apalagi itu tempat sepi kalau rame pasti bagus dan aman,” ujarnya.
Dari dampak positif itu, tentunya ia berharap para pedagang bisa menerima dan mendukung pelaksanaan B-Safe sebulan penuh itu.
“Ini harus kita dukung semua pihak dalam rangka meramaikan Harjad Kota Banjarmasin ke 498 tahun, akhirnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom menambahkan ada perubahan konsep awal kegiatan B-Safe usai menerima aspirasi pedagang sebelumnya.
Jika konsep sebelumnya, dari Jalan Hasannudin menuju lahan parkir sebelah kiri yang rencana akan digunakan.
Dimana dari pintu gerbang sampai kawasan Sudimampir 1 untuk food truck. Kemudian dari Sudimampir 1 hingga Sudimampir 2 untuk tenda.
“Sekarang kita rubah dari aspirasi para pedagang kemarin, semuanya difokuskan lajur sebelah kanan dari mulai gerbang hingga Sudimampir 2,” terangnya.
Sementara untuk lajur sebelah kiri, akan dipergunakan sebagai lahan parkir.
Di samping itu, ia membeberkan jika besok Selasa (27/8/2024) pihaknya akan melaksanakan teknikal meeting bersama tim dan peserta B-Safe.
“Hari Rabu kita agendakan lagi untuk pertemuan dengan pedagang,” akhirnya.
Menjawab kekhawatiran pedagang terhadap keamanan dari kegiatan B’Safe, Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Arwin Amrih Wientama menegaskan kawasan itu akan aman karena memang di sana ada posko macan.
“Posko macan ada di sana berjaga 24 jam,” katanya.
Menurutnya, jika kawasan itu nanti ramai dan menjadi titik keramaian tentunya lebih bagus. Mengingat kawasan itu saat malam sangat sepi.
“Konsep B-Safe memang untuk meramaikan kawasan sepi itu. Di samping mendukung geliat ekonomi,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






