terasbanua.my.id, Banjarmasin – Program Smart City milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mendapatkan peningkatan penilaian dari pemerintah pusat.
Jika sebelumnya, Banjarmasin mendapatkan nilai 2,82, maka di tahun 2022 ini meningkat menjadi 3,06.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskomifotik) Kota Banjarmasin, Windiasty Kartika peningkatan penilaian smart city merupakan tanggung jawab bersama seluruh SKPD.
“Tidak hanya dimiliki Diskominfotik saja, semua pihak ikut terlibat,” ungkapnya baru-baru ini.
Dimana keberhasilan peningkatan penilaian tersebut dititikberatkan pada inovasi dalam pengembangan Smart City.
Smart City sendiri ujar Windi tidak hanya mencakup pada digitalisasi. Namun pada seluruh program pelaksanaan yang dilakukan SKPD, terutama dalam merespon akan adanya keluhan masyarakat.
“Agar bisa lebih dipahami sehingga ini bisa lebih kita tingkatkan lagi,” katanya.
Windi juga menjelaskan bahwa ada enam dimensi program smart city yang merupakan penjabaran dari visi misi Wali Kota.
Sehingga sudah seharusnya menjadi prioritas dalam pengembangannya untuk kemajuan kota.
Enam dimensi tersebut seperti smart goverment yang meliputi seluruh SKPD di Pemkot Banjarmasin, smart branding, dari brand Banjarmasin sungai sebagai garda terdepan atau thausand the rivers city.
Kemudian smart economy, berada pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin yang saat ini telah memiliki inovasi dan aplikasi tersendiri dalam transaksi pembayaran. Smart society, yang memberikan pemahaman dan kemudahan bagi masyarakat dalam kemajuan digitalisasi salah satunya pemasangan wifie yang tersebar di 52 Kelurahan.
Sedangkan untuk smart living ada pada Dishub Banjarmasin yang juga sudah membuat inovasi terhadap angkutan umum. Terakhir smart environment.
“Dari enam inilah menjadi tugas kita untuk lebih meningkatkan,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






