terasbanua.my.id, Banjarmasin – Seiring temuan kasus penyakit polio pada anak usia 7 tahun yang berada di wilayah Provinsi Aceh baru-baru ini. Pemerintah Indonesia menetapkan kembali status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap virus polio usai ditemukan di dalam negeri yang diketahui anak positif polio tersebut tidak memiliki riwayat vaksinasi.
Dengan temuan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin langsung bergerak cepat dengan menyebarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh kepala Puskesmas di Kota Banjarmasin.
“Sesuai arahan instruksi Kementerian Kesehatan dengan adanya kejadian luar biasa itu dan tentu menjadi peringatan bagi kita semua,” ucap Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan saat dikonfirmasi, Rabu (23/11/2022).
Tidak hanya itu, upaya lainnya yang dilakukan pihaknya ialah usaha preventif dan promotif dengan melibatkan para Camat, Lurah dan para RT setempat.
Saat ini pihaknya juga bersiap bersiaga, apabila di Kota Banjarmasin ditemukan kasus serupa dengan meminta kepada masyarakat untuk segeranya melapor. Jika ada anak yang mengalami sakit dan mengarah pada ciri-ciri polio.
“Kami minta jika sakitnya mengarah kesana bisa segeranya melapor agar langsung kita tangani,” ujar Ramadhan.
Ciri-ciri anak yang terserang penyakit polio yang harus diwaspadai ialah ketika anak di bawah usia 15 tahun tiba-tiba lumpuh secara mendadak tanpa sebab.
Penyakit polio merupakan penyakit menular yang disebabkan infeksi virus polio yang menyerang sistem fungsi saraf sehingga pengidapnya mengalami kelumpuhan dalam hitungan jam sampai menyebabkan kematian.
“Syukurnya sampai saat ini belum ada laporan di Banjarmasin dan mudah-mudahan jangan sampai ada karena tidak bisa disembuhkan. Makanya paling efektif ialah dengan lakukan imunisasi,” imbuhnya.
Tak dipungkirinya, selama menghadapi pandemi Covid-19 dua tahun lalu. Pemberian vaksinasi pada anak khususnya polio tidak dapat berjalan maksimal.
Kendati demikian, saat program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) berjalan sesuai arahan Kemenkes.
Pihaknya kembali menggencarkan pemberian berbagai imunisasi yang khusus terhadap anak agar membentuk daya tubuh anak yang kuat terhadap berbagai penyakit salah satunya seperti polio.
“Kita promosikan lagi bahwa anak-anak yang belum suntik polio segeranya suntik karena KLB ini puluhan tahun dan baru muncul lagi,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






