Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 23 Nov 2024 11:56 WITA ·

badge-check

Reporter

Kasus Gondongan Melonjak Drastis di Banjarmasin, Masyarakat Diimbau Jaga Kesehatan


 Kasus Gondongan Melonjak Drastis di Banjarmasin, Masyarakat Diimbau Jaga Kesehatan Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kasus gondongan yang biasanya terjadi pembengkakan pada leher tengah melonjak di Kota Banjarmasin.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin tiga bulan terakhir, peningkatan kasus sangat signifikan.

Sejak bulan Agustus 2024 lalu, tercatat ada 61 kasus dan di bulan September naik drastis menjadi 116 kasus. Kemudian melonjak tajam di bulan Oktober ada 206 kasus.

Penyakit menular ini sering kali menyerang anak-anak hingga orang tua diimbau untuk lebih waspada.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjarmasin, M Syaukani menjelaskan bahwa gondongan disebabkan oleh virus parotitis epidemik yang menyerang kelenjar air liur.

Gejala umum penyakit ini meliputi pembengkakan rahang yang terasa nyeri, demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan sakit kepala.

Meski begitu, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun memang bengkak yang ditimbulkan agak lama sembuh.

“Penting untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama di musim pancaroba, dengan makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan olahraga rutin,” ucap Syaukani, Jumat (22/11/2024).

Merebaknya kasus ini turut ditanggapi SDN Pengambangan 5 Banjarmasin karena memang ada beberapa siswanya yang mengalami gondongan.

Kepala Sekolah SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, Wahyu Ekma Pranatalia, meminta siswa dan guru untuk menjaga imunitas tubuh. Baik dengan mengurangi begadang, mengatur asupan makanan, mengurangi konsumsi es, serta rutin berolahraga.

“Untuk pencegahan, vaksinasi MMR (Measles, Mumps, dan Rubella) menjadi langkah penting yang dapat diakses di rumah sakit. Vaksin ini tidak hanya melindungi dari gondongan, tetapi juga dari campak dan rubella. Selain itu kepada para guru, agar siswa yang terindikasi gondongan diberikan izin lebih lama untuk mencegah penyebaran virus di lingkungan sekolah,” kata Wahyu.

Tentunya vaksinasi itu merupakan langkah preventif yang terus digalakkan Dinkes Kota Banjarmasin agar imunitas anak-anak kuat dapat terhindar penyakit menular seperti gondongan.

Selain itu, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan yang diharapkan mampun penyebaran penyakit tersebut.

Hamdiah
Foto. Ilustrasi (istimewa).

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Komite Ekonomi Kreatif Banjarmasin Rumuskan Arah Pengembangan Ekraf Tahun Mendatang

10 Desember 2025 - 04:18 WITA

Edukasi Berkelanjutan Kunci Atasi Lonjakan Sampah di Kota Banjarmasin

10 Desember 2025 - 04:16 WITA

ASN Banjarmasin Dipacu Wujudkan Birokrasi Modern

10 Desember 2025 - 04:14 WITA

Siaga Inflasi, Wali Kota Yamin Pimpin TPID Monitor Harga dan Stok Pangan Banjarmasin Jelang Nataru dan Haul Sekumpul

10 Desember 2025 - 04:10 WITA

Pemko Banjarmasin Matangkan Kesiapsiagaan Lewat Rakor Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025

9 Desember 2025 - 23:52 WITA

Apresiasi Banjarmasin Environmental Awards 2025 Pacu Konsistensi para Insan Lingkungan

9 Desember 2025 - 23:44 WITA

Trending di Banjarmasin

TERASBANUA


This will close in 20 seconds