terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di salah satu PAUD swasta di Kota Banjarmasin terus mencuat ke publik.
Usai melaporkan ke Polda Kalsel, korban pun telah divisum di Rumah Sakit Bhayangkara, sambil didampingi orangtuanya dan pihak kepolisian.
“Saya sudah membawa anak saya jalani visum,” ucap ibu korban saat ditemui, Selasa (30/5/2023) kemarin.
Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan pemanggilan terhadap saksi dan melakukan rekan ulang adegan.
Sebelumnya, diakuinya pihaknya sudah menghubungi pihak PAUD untuk menjelaskan secara jujur insiden yang menimpa anaknya.
Namun sayangnya, dari pihak PAUD enggan merespon dan terkesan menutup-menutupi apa yang terjadi pada anaknya tiga bulan lalu.
Selain itu, ia menilai kejadian yang menimpa anaknya sudah termasuk kelalaian. Mengingat tidak adanya CCTV yang terdapat di lingkungan sekolah tersebut.
“Saya menyesalkan masih tidak adanya CCTV. Padahal kami sudah dijanjikan,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, kondisi anak setelah kejadian dugaan kekerasan itu mengalami cidera serius yakni patah tulang pada bagian selangkang dan bahunya usai melakukan pemeriksaan rontgen di salah satu Rumah Sakit di Kota Banjarmasin.
Saat ini, kondisi anaknya sudah jauh lebih membaik setelah menjalani proses pengobatan dan tengah masa pemulihan.
“Tinggal menjalani satu kali rontgen dan dua kali terapi,” akhirnya.
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, pihak Yayasan di PAUD tersebut, masih emggan memberikan keterangan resmi mengenai kabar yang tengah viral di media sosial saat ini.
Dari informasi yang dihimpun, kabarnya pihak yayasan masih perlu menunggu mediasi yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Indonesia).
Mereka berjanji akan memanggil awak media, jika proses mediasi telah selesai.
Hamdiah/rie






