terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tak dipungkiri, masih banyak sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin yang mengalami kerusakan dan harus diperbaiki.
Kendati demikian, menurut Kepala (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi perbaikan sekolah dilakukan bertahap dan memang lebih didahulukan pada sekolah yang kondisi kerusakan cukup parah.
“Kalau kemauan kita ya semua diperbaiki, tapi kita tetap sistem prioritas untuk perbaikan sekolah,” ucap Nuryadi kepada terasbanua.my.id baru-baru ini.
Nuryadi mengungkapkan perhatian perbaikan lebih kepada jenjang SD karena memang jumlahnya lebih banyak dibandingkan jenjang SMP yang ada di Kota Banjarmasin.
Untuk jumlah sekolah yang ada di Kota Banjarmasin sendiri tercatat ada sebanyak 208 sekolah yang mana 35 diantaranya jenjang SMP.
Ia mengaku laporan kerusakan yang diterima pihaknya, kebanyakan ruang kelas di jenjang SD mengalami rusak dan sudah kurang representatif hingga membuat proses belajar mengajar di terkendala hampir 40 persen.
Untuk anggaran perbaikan sekolah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarmasin hanya sekitar Rp. 50 miliyar saja yang mana perbaikan tidak hanya fokus pada rungbel saja tapi terbagi semua. Mulai dari perbaikan WC , halaman sekolah, pagar dan fasilitas lainnya yang sifat perbaikan siklus.
Terbatasnya anggaran tersebut, ia berharap ada bantuan perbaikan sekolah juga dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Bantuan DAK pun ada syaratnya yang ketat. Dimana mereka juga menilai dari data Dapodik (Data Pokok Pendidikan),” tuturnya.
Sementara itu, ia mengaku untuk DAK di tahun 2023 mendatang pihaknya sudah menerima hampir Rp. 2,3 miliyar untuk perbaikan jenjang SD dan diangka yang sama untuk perbaikan jenjang SMP.
“Perbaikan sekolah dari APBD diimbangi dengan DAK juga,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






