terasbanua.my.id, Banjarmasin – Menanggapi adanya kabar salah satu warga di wilayah yang tidak memiliki akses jalan. Lurah Sungai Lulut, Suryani Syahril mengaku bahwa sebelumnya pihaknya sudah pernah mencek langsung ke lokasi untuk mengetahui secara pasti.
Setelah dicek ternyata letak berdirinya rumah keluarga Halimah itu, memang tidak memiliki akses jalan untuk dilintasi.
Adapun akses jalan titian berupa kayu di sekitar rumahnya itu merupakan akses jalan yang biasanya digunakan oleh para petani untuk bertani.
“Di bangunnya titian itu juga di tanah orang bukan Fasilitas Umum (Fasum). Kalau Fasum kan bisa di bangun jalan di situ,” ungkap Suryani saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (29/12/2022).
Mengingat keberadaan rumah yang terisolir karena tidak ada akses jalan hanya terjadi pada satu rumah keluarga Halimah saja dan bukan termasuk Fasum. Dari pihaknya pun tidak melakukan usulan pembangunan jalan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) di tingkat Kelurahan.
“Bukan masuk gang itu,” ujarnya.
Terkait kondisi yang dialami oleh keluarga Halimah itu juga sudah ia komunikasikan langsung dengan orang nomor satu di Kota Banjarmasin sebelumnya.
Untuk tindaklanjutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Banjarmasin Timur dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.
“Besok jam 7.30 pagi mau kesana kita rembuk untuk mencari jalan keluarnya bersama RT dan warga setempat,” ungkapnya.
Jalan keluar untuk persoalan itu yang bisa dilakukan lanjutnya, paling pembebasan lahan tanah milik warga untuk bisa di bangun akses jalan bagi keluarga Halimah yang terisolir.
“Kita cari tahu siapa pemilik tanah agar bisa kita bangun jalan. Itu paling teknisnya yang bisa dilakukan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






