terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sebanyak 60 orang peserta mengikuti Training Of Trainer (TOT) bagi saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang digelar DPD Partai Demokrat Kalimantan Selatan (Kalsel) di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Rabu (11/10/2023).
Kepala Badan Doktrin Pendidikan dan Pelatihan Badiklat DPP Demokrat Irwan Rinaldo Syarief mengatakan untuk pertama kalinya Partai Demokrat membentuk badan koordinasi saksi secara nasional.
“Sesuai arahan Ketum DPP, kualitas dan kualifikasi saksi di TPS bisa sama di Kabupaten/Kota,” ucap Irwan di sela-sela TOT TPS.
Dari kegiatan itu, secara simultan akan dibekali setiap daerah hingga sampai sosialisasi secara teknis ke setiap saksi yang akan disiapkan di setiap TPS yang tersebar di 13 kabupaten/kota Kalsel.
60 peserta dari seluruh DPC kabupaten/kota Kalsel dengan memenuhi klasifikasi akan menjadi pelatih yang sudah disiapkan sebelumnya.
“Penekanan pertama masalah disiplin, karena itu kunci utama,” tuturnya.
Tentunya harus selaras dengan visi dan misi perjuangan partai karena tidak semua saksi adalah anggota yang sudah lama di demokrat.

Maka dari itu, menurutnya perlu membekali pengetahuan kepada para kader yang baru bergabung mengenai hal itu untuk berjuang bersama dalam mengawal suara.
Sementara Sekertaris DPD Partai Demokrat Kalsel, Bambang Yanto Permono menuturkan melalui pelatihan itu diharapkan bisa mengimplementasikan ilmu yang diberikan langsung DPP bisa disampaikan ke Kabupaten/Kota.
“Kunci kemenangan partai itu di tangan saksi. Makanya kita ingin seluruh TPS di Kalsel terisi semua dengan dibekali saksi yang sudah terlatih,” katanya.
Pentingnya peran dari saksi TPS itu sendiri, maka persyaratan untuk menjadi saksi tambahnya wajib memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Demokrat.
Kemudian terus diberikan motivasi terhadap seluruh saksi untuk meningkatkan militan terhadap partai demokrat.
“Kita membayangkan hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi untuk mengantisipasi itu ya kita terus koordinasi dan memberikan motivasi kepada mereka,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini diberikan materi yakni Manifesto Politik dan Ideologi Politik , materi penggunaan dan petunjuk Buku Saku Saksi dan Lembar Kerja, Penanganan Pelanggaran Pemilu, Aplikasi Pelaporan, selain itu turut pula dilakukan simulasi TPS.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






