terasbanua.my.id, Banjarmasin – Yayasan Asma Indonesia (YAI) Cabang Kota Banjarmasin menggelar senam asma bersama Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di halaman Balai Kota Banjarmasin pada Jumat (12/5/2023) pagi.
Tidak hanya senam bersama, dalam momentum itu YAI Cabang Kota Banjarmasin bersama PDPI memberikan sosialisasi mengenai penyakit asma dalam rangka memperingati Hari Asma Sedunia.
Ketua YAI Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan mengatakan kegiatan senam asma bersama dan sosialiasi itu untuk pengenalan kepada masyarakat luas terhadap penyakit asma.
“Ini perdana kita laksanakan sebagai pengenalan,” ucap Madan sapaan akrabnya.
Rencananya senam untuk mengendalikan penyakit saluran pernafasan itu akan dijadwalkan setiap bulan serentak di lima kecamatan yang dikoordinir oleh puskesmas masing-masing.
“Jadwal senam satu bulan sekali itu sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat,” katanya.
Tak dipungkirinya, masih banyak masyarakat penderita asma yang tidak bisa mengendalikan penyakitnya dengan baik dan hal itu bisa berdampak buruk.
Maka dari itu, senam asma ini menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir gejala asma kambuh pada penderita.
“Apalagi di Indonesia tadi datanya 200 juta penduduknya adalah penderita asma. Untuk itu, perlu pengenalan untuk pengendaliannya khususnya di Kota Banjarmasin,” tuturnya.
Menurutnya, penyakit asma sendiri merupakan penyakit yang tidak bisa sembuh total karena kebanyakan karena faktor genetik atau keturunan. Meskipun begitu, penyakit asma bisa diobati agar tidak mudah kambuh.
Kambuhnya penyakit asma biasanya terindikasi beberapa hal. Biasanya karena alergi atau pemicu lain yang bisa membuat asma kambuh.
“Oleh karena itu, gerakan senam asam dan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) ya itulah pencegahan indikasi terhadap asma,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua YAI Cabang Kalimantan Selatan (Kalsel), Ibnu Sina mengatakan sosialisasi senam asma menjadi salah satu kegiatan preventif dalam pencegahan asma untuk kambuh yang diberitahukan secara luas kepada masyarakat.
“Untuk meningkatkan derajat kesehatan dan menghindari terjadi asma berulang. Makanya perlu upaya pencegahan melalui sosialisasi,” kata Ibnu.
Dalam upaya sosialisasi itu tentunya melibatkan berbagai unsur. Salah satunya, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Banjarmasin.
Dimana nantinya, untuk sosialisasi turut dilakukan KORMI melalui programnya Kampung Bermain (Kamber) yang menjadi sarana karena lebih dekat.
“Selain puskesmas, kita kan punya 20 Kamber kita manfaatkan untuk mensosialisasikan senam asma,” ujarnya.
Di samping itu, sosialisasi pencegahan lainnya seperti menghindari asap rokok, debu hingga tertawa dan menangis berlebih karena bisa memicu asma kambuh.
“Namun yang jelas jika penderita asma bisa berobat di faskes dan puskesmas. Pengobatannya sudah ditanggung BPJS,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Diskominfotik







